Gempa Beruntun di Wilayah Selatan Jatim

Tercatat 38 kali gempa terjadi di pesisir selatan Jawa Timur dalam kurun waktu 12 jam. Skala tertinggi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geologi (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta sebesar 5,5 SK dengan kedalaman 46 km. Terpantau titik episenter gempa tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 184 km arah selatan Kota Kepanjen, Kab. Malang.

Gempa di laut yang terjadi berulang kali sejak Kamis (19/07) ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Dalam analisa BMKG, tampak bahwa genpa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa bumi dibangkitkan dengan mekanisme pergerakan sumber jenis sesar naik (thrust fault). Berdasar informasi BMKG tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, melalui Pusdalops PB melakukan monitoring pada kabupaten/kota yang berada di sekitar pusat gempa.

Guncangan gempa bumi terpantau dirasakan di kabupaten Blitar dan malang dengan II Skala Intensitas Gempa (SIG). Hal ini dibenarkan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas di Kec. Kepanjen, Malang. “Kaca jendela kamar bergetar.” ungkap Fitroh saat memberikan informasi pada Pusdalops PB.

Tidak hanya wilayah Malang yang merasakan getaran gempa tersebut. Kabupaten Blitar, Jember, Nganjuk, Kota Batu dan Pasuruan juga melaporkan bahwa merasakan getaran gempa.

Keterangan dari Stageof BMKG Yogyakarta, yang diterima oleh Pusdalops PB Jatim, meski gempa yang terjadi lebih dari 30x trennya semakin menurun. “Kecil peluang terjadi gempa dengan kekuatan yang lebih besar dari gampa utamanya di tempat tersebut.” tegas operator Stageof.

Masyarakat tidak perlu cemas, takut dan khawatir tentang kemungkinan gempa susulan. Gempa yang terjadi sejak semalam masih dapat dikatakan wajar, semua gempa signifikan akan diikuti gempa susulan. BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa dan segera menginformasikan kepada masyarakat melalui moda komunikasi yang ada.

Leave a Reply