Bagikan

Lumajang – Selain tanah longsor, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang, Jumat (7/7/2023), juga menyebabkan banjir lahar di kawasan Gunung Semeru.

Debit air yang meningkat di area DAS lahar Gunung Semeru membuat aliran deras hingga menerjang dan memutuskan lima jembatan.

Yakni, jembatan penghubung Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng di Kec. Candipuro, Jembatan Kaliregoyo penghubung Desa Sumberwuluh dengan Desa Jugosari, Jembatan penghubung Lumajang-Malang di Desa Sidomulyo Kec. Pronojiwo, Jembatan Linpas Desa Nguter dan Desa Tumpeng di Kec. Pasirian, serta Jembatan Kalibiru penghubung Desa Pronojiwo dan Desa Sidomulyo di Kec. Pronojiwo.

Akibat dari kejadian ini, fasilitas pendidikan dan tempat ibadah juga mengalami rusak ringan.

Penduduk di sejumlah wilayah juga harus mengungsi demi keselamatan jiwa mereka.

Jumat malam, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq langsung meninjau lokasi pengungsian dan dapur umum Tagana di Balai Desa Jarit Kec. Candipuro.

Turut mendampingi, Kadinsos Jatim, Plh. Kalaksa BPBD Jatim Andhika N Sudigda dan sejumlah Kepala OPD Pemprov Jatim.

Sabtu pagi (8/7/2023), Sekdaprov Adhy Karyono juga meninjau proses pembersihan material longsor di akses utama jalan Piket Nol dan sejumlah jembatan yang putus.

Tim BPBD Jatim langsung menerjunkan dukungan personel dan menyalurkan bantuan.

Di antaranya, glangsing 2.000 pcs, cangkul 10 pcs, sekop 10 pcs, terpal 20 pcs, sembako 200 paket, makanan siap saji (rendang) 2 dus dan makanan tambah gizi (biskuit) 2 dus.

Merespon kejadian ini, Bupati Lumajang juga telah menerbitkan SK Status Tanggap Darurat bernomor: 188.45/286/ 427.12/2023 yang berlaku selama 14 hari, hingga 20 Juli 2023.

Sementara, berdasar update data Pusdalops BPBD Jatim, Sabtu sore, jumlah pengungsi telah mencapai 1.038 jiwa, yang tersebar di 18 titik pengungsian.

Di antaranya, di Balai Desa Jarit, Balai Desa Tumpeng dan Balai Desa Penanggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *