Banjir Gresik

Musim hujan belum berakhir. Jatim masih siaga hujan di seluruh kota/kabupaten. Perhatian di tujukan di wilayah aliran sungai baik Bengawan Solo maupun anak sungainya. Gresik salah satu pantauan disaat musim penghujan tiba. Sedikitnya dua jam hujan saja, wilayah rawan banjir di Gresik sudah tergenang luapan kali Lamong.

Selasa (20/01) pagi hari menjadi hari berkumpulnya air di wilayah Sedapurklagen Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Meski setiap tahun wilayah ini menjadi tempat langganan banjir, kali ini banjir tetap membuat warga resah. Kali Lamong yang melintasi wilayah Benjeng, Gresik ini membentang dari Mojokerto, Jombang, Lamongan, serta hulu sungai berada di Gresik dan Surabaya.

Terpantau ketinggian air yang berada di Benjeng mencapai 70 cm. Air terpantau telah memasuki rumah warga dan memaksa warga untuk mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Pejabat pemerintah telah melakukan perannya guna mengurangi dampak dari banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik telah mengantisipasi banjir tersebut. Pemantauan pergerakan air dari hulu Kali Lamong oleh BPBD Gresik. Koordinasi dengan Kabupaten Mojokerto dilakukan dikarenakan jika terjadi hujan di Mojokerto khususnya di hulu Kali Lamong maka beberapa jam kemudian air akan mengalir ke Gresik dan berakhir di Surabaya bagian barat.

Musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Februari. Dihimbau kepada masayarakat yang berada di sepanjang bantaran kali untuk meningkatkan kewaspadaannya guna mengurangi dampak bencana. 

Leave a Reply