TRANSISI DARURAT BANJIR SIDOARJO

Banjir Sidoarjo sudah surut. Masa transisi tanggap darurat dimulai. Posko yang sedianya melayani kebutuhan dasar warga, menjadi posko komando BPBD Kab. Sidoarjo. Senin (23/06) BPBD Jatim bersama jajaran kepolisian melakukan droping air bersih. Mobil Water Treatment Proces (WTP) diturunkan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Banjir selama lima hari yang merendam lima kecamatan di Sidoarjo, masih meninggalkan bekas. Posko kendali banjir yang dibangun BPBD di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo Jatim masih dipenuhi petugas. BPBD Sidoarjo maupun Jatim, muspida dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta relawan masih memberikan pelayanan darurat. Tim medis beserta mobil ambulan masih berjaga melayani warga yang mengeluhkan sakit.

“Posko masih tetap buka 24 jam”, kata Sunoto, staf Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Sidoarjo. Pemerintah setempat masih mendapati beberapa keluhan dari masyarakat yang tertimpa musibah.

selain pelayanan medis, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian. BPBD Jatim bersama kepolisian dan relawan setempat memfungsikan mobil WTP. Mobil ini berfungsi mengubah air yang tidak layak konsumsi menjadi air siap konsumsi.

 Saat banjir, Sumur-sumur warga tercemari sehingga kebutuhan air bersih meningkat. Oleh karenanya suplay air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. “Hari ini kita mengirim air bersih sebanyak 600liter”, tutur Sunoto yang mendampingi masyarakat di Semampir Desa Sedati kabupaten Sidoarjo. Rencananya suplai air bersih akan terus dilakukan hingga masa transisi darurat selesai. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak pasca bencana.

Leave a Reply