Posko Darurat Banjir Sidoarjo Ditutup

Waktu tanggap darurat banjir Sidoarjo, Jawa Timur masih tiga hari lagi. Namun, posko yang berada di Desa Sedati Gede kecamatan Sedati kabupaten Sidoarjo Selasa (24/06) sore ini di tutup. Petugas membongkar tenda yang digunakan sebagai posko induk darurat banjir dan membersikan peralatan yang digunakan. 

Pemerintah kabupaten Sidoarjo menyatakan posko darurat banjir akan dipindah ke kantor BPBD Sidoarjo. Hal ini guna memudahkan pergerakan personil sehingga koordinasi dapat langsung dilakukan di kantor. Meski demikian, pelayanan darurat kepada warga yang menjadi korban banjir masih akan terus dilakukan. “Hanya lokasinya saja yang dipindahkan, tapi pelayanan masih tetap”, Kata Agung, staf BPBD Sidoarjo yang bertugas hari ini.

BPBD Jatim bersama relawan siang tadi masih melakukan suplai air bersih. Kecamatan yang kali ini menjadi sasaran pengiriaman air bersih di sekitaran Sedati. Mobil Water Threatmen Proses (WTP) milik provinsi Jatim terus memproduksi air bersih hingga pengosongan posko. Air dengan kapasitas 600 liter dihasilkan dari sekali produksi WTP. Dalam sehari, mobil penjernih air tersebut bisa digunakan hingga empat kali produksi. 

Petugas dari SKPD dan aparat kepolisian dari Resor kabupaten Sidoarjo juga masih di lokasi. Aparat kepolisian disiagakan untuk mengamankan barang-barang bantuan. Pengiriman logistik dan air bersih dikawal oleh kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memastikan supaya bantuan tersebut diterima warga yang membutuhkan.

“Pelayanan kesehatan juga masih dilakukan”, tegas Agung, saat dihubungi pusdalops BPBD Jatim sore tadi. Nantinya posko yang berada di kantor BPBD Sidoarjo juga akan membuka pelayanan medis dan logistik. Dalam masa transisi ini, kondisi warga masih terus dipantau, guna mengantisipasi terjadinya penyakit pasca banjir.Dipastikan posko-posko yang tersebar di beberapa wilayah banjir sudah dikosongkan. Nantinya warga diminta untuk melaporkan keluhannya melalui perangkat desa setempat guna dilanjutkan ke Posko BPBD. 

Hingga saat ini, sisa-sisa kotoran akibat banjir masih sangat terasa di beberapa wilayah. Bau anyir yang ditimbulkan dari endapan lumpur yang sempat menggenang masih tersisa. Sampah yang terbawa arus air juga masih terlihat di bibir sungai. Dihimbau kepada masyarakat yang berdampak banjir untuk tetap waspada akan munculnya penyakit. Selain itu juga segera membersihkan lingkungan dari kotoran sisa banjir.(PUT)

 

 

Leave a Reply