Bagikan

TANGERANG- Gerak cepat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran BPBD Jatim dalam menanggulangi bencana di Jatim akhirnya berbuah penghargaan dari BNPB.

Dalam momentum penutupan Rakornas Penanggulangan Bencana (PB) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (24/2/2022), Pemprov Jatim meraih penghargaan dengan kategori Pemerintah Daerah yang Berpartisipasi Aktif dalam Mewujudkan Ketangguhan Bangsa dalam Menghadapi Bencana.

Penghargaan yang diserahkan Kepala BNPB, Letjen TNI Suhariyanto ini diterima Kalaksa BPBD Jatim, Drs Budi Santosa, mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Usai menerima penghargaan, Kalaksa Budi Santosa mengungkapkan, apa yang diraih Jatim kali ini merupakan buah dari komitmen Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selama ini dalam mereaksi cepat setiap kejadian bencana yang terjadi.

Ia lalu mencontohkan gerak cepat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam menangani bencana banjir bandang di Kota Batu, gempa dan banjir di Jember, angin kencang di Madiun, erupsi Gunung Semeru di Lumajang, dan beberapa bencana di tempat lain.

Termasuk, kebijakan Gubernur memasukkan indeks pengurangan risiko bencana ke dalam RPJMD Jatim 2019 – 2024 dan menjadikannya sebagai Indek Kinerja Utama (IKU) Gubernur Jatim.

“Alhamdulillah. Atas nama Pemprov Jatim kami bersyukur atas capaian ini. Namun keberhasilan ini bukan karena kerja keras Pemprov Jatim saja, namun karena keterlibatan semua elemen pentahelix, termasuk para relawan, kelompok akademisi, kalangan dunia usaha dan teman-teman media,” ujar Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa dengan didampingi Kabid PK BPBD Jatim, Andhika N Sudigda.

Karena itu, mewakili Gubernur Jatim ia pun mendedikasikan penghargaan ini kepada para relawan yang berjibaku dalam melakukan penanggulangan bencana, para akademisi dan semua elemen pentahelix yang telah membantu dengan tenaga, harta dan pikiran untuk mewujudkan Jatim Tangguh Bencana.

Yang tak kalah penting, apa yang diraih Jatim saat ini, menurutnya, harus menjadi cambuk bagi jajaran BPBD Jatim untuk bekerja lebih keras, cerdas dan cepat dengan berorientasi pada penanggulangan bencana, seperti arahan Presiden Jokowi saat membuka Rakornas PB.

Selain itu juga mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam upaya penguatan kapasitas, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen pentahelix yang ada di masyarakat, mulai dari kalangan relawan, komunitas budaya, kelompok mahasiswa dan LSM, hingga kalangan akademisi dan dunia usaha.

“Sekali lagi, saya sampaikan terimakasih kepada semua jajaran dan elemen pentahelix yang ada di Jatim atas capaian penghargaan ini. Yakin, optimis Jatim Bangkit,” tegasnya.

Selain Jatim, penghargaan serupa juga diberikan kepada BPBD Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi Bali dan sejumlah BPBD Kabupaten/Kota. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published.