Setelah Sertijab Langsung Tinjau Gunungapi Ijen di Bondowoso

Kamis (5/1) Drs. Sudarmawan, MM resmi menjadi Kepala Pelaksana BPBD Jatim setelah dilakukan serah terima jabatan oleh Bapak Wakil Gubernur Jatim Drs. Saifullah Yusuf di kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya.

Dalam serah terima jabatan tersebut, tidak lupa Bapak Wakil Gubernur Jatim menyampaikan arahan meminta kepada pejabat di lingkungan Pemprov Jatim agar makin bekerja keras dalam merealisasikan program-program pembangunan yang menjadi keinginan Pak Gubernur. Menurutnya, sesuai sambutan pengarahan Gubernur Jatim saat pelantikan pejabat eselon II dan III di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/12) lalu, sukses tidaknya pembangunan tergantung karakter kepemimpinan. Unsur kemepimpinan mendominasi keberhasilan pembangunan. Jika dibandingkan maka 50% berasal dari pemimpin, 30% berasal dari staf.

Setelah sertijab Drs. Sudarmawan, MM tidak butuh waktu lama dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. Beliau menyadari bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah tidak sama dengan Badan/Dinas Instansi lain, bencana dapat terjadi setiap saat, kapan saja dan dimana saja sehingga kita harus siap setiap saat dalam menghadapinya khususnya dalam pengurangan resiko bencana.

Tidak hanya itu sehari setelah dilantik menjadi Kepala Pelaksana BPBD Jatim yang baru Sabtu (6/1) Drs. Sudarmawan, MM langsung menunjukan perannya sebagai Kepala Pelaksana BPBD Jatim yang baru dengan meninjau ke lapangan untuk melihat secara langsung perkembangan aktifitas Gunungapi Ijen di wilayah Situbondo dan Bondowoso. Kunjungan dimaksud juga untuk melanjutkan koordinasi yang sudah terbangun sebelumnya dengan BPBD Kabupaten Situbondo dan Bondowoso.

Selama dua hari berada di wilayah Gunungapi Ijen Kepala Pelaksana BPBD Jatim yang baru ini melakukan kegiatan diantaranya meilhat langsung posko siaga darurat Gunungapi Ijen di Kabupaten Bondowoso serta melihat Posko Lapangan BNPB dan BPBD Jatim. Disamping itu beliau juga mengunjungi Posko yang berada di Kecamatan Sempol dan melihat Shelter Pengungsi di Lapangan Bola Perkebunan Kalisat. Shelter pengungsi tersebut dipersiapkan untuk 9.000 jiwa dari tiga Desa (sumberrejo, kaligedang dan kalianyar) apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi Gunungapi Ijen.

Sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi siaga darurat Gunungapi Ijen ini juga akan dilakukan Simulasi Evakuasi yang akan melibatkan 1.000 orang dari berbagai Desa diantaranya Dukuh Blawan dan Kalianyar.

Leave a Reply