BPBD Jatim Salurkan Bantuan Logistik Untuk Gunungapi Ijen

Setelah menerjunkan tim kaji cepat yang dipimpin langsung Kepala BPBD Jatim Drs. Siswanto, MM pada tanggal 19-21 Desember 2011, BPBD Jatim langsung bergerak dengan melakukan berbagai upaya langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi status Gunungapi Ijen yang sudah seminggu ini masih dalam status siaga (level III).

Disamping telah melakukan koordinasi dengan tiga Kabupaten, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo serta lembaga lainnya, BPBD Jatim bersama masing-masing Kabupaten juga telah membentuk posko-posko di masing-masing daerah, Situbodo di Desa Bantal Kecamatan Asembagus, Bondowoso di Kecamatan Sempol dan Banyuwangi di Kecamatan Licin dan Pos Pantau Gunung Ijen.

Hari ini Sabtu (24/12) BPBD Jatim juga telah menyalurkan bantuan sarana prasarana dan logistik ke tiga Kabupaten tersebut, baik bantuan yang berasal dari pusat (BNPB) maupun bantuan dari Gubernur Jawa Timur (BPBD Jatim).

Bantuan yang paling mendesak yang disalurkan yaitu sembako (beras, minyak goreng, gula, kecap, mie instan, sarden dan teh), bantuan dari Gubernur Jawa Timur ini khusus dibagikan langsung kepada penambang belerang yang memang setelah PVMBG tanggal 18 Desember 2011 menaikkan status Gunungapi Ijen menjadi siaga (level III) mereka secara otomatis tidak dapat bekerja mencari belerang lagi, sehingga pemerintah sangat memperhatikan hal tersebut dengan memberikan paket sembako.

Tidak hanya bantuan sembako, pemerintah pusat (BNPB) yang difasilitasi oleh BPBD Jatim juga memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masing-masing Kabupaten guna mendukung operasional antisipasi dan kesiapsiagaan siaga darurat gunungapi ijen ini, diantaranya BPBD Jatim menyalurkan bantuan radio komunikasi (HT&RIG), genset, megaphone, masker, seperangkat komputer beserta printer, mesin fax, senter, terpal, matras, field bed, jas hujan, sepatu boot dll.

BPBD Jatim juga telah menyusun Rencana Kontijensi Bencana Gunungapi ijen untuk tiga Kabupaten tersebut. Perencanaan kontinjensi ini merupakan prasyarat bagi penanggulangan bencana karena adanya ancaman bencana yang selanjutnya apabila kondisi meningkat menjadi tanggap darurat maka berubah menjadi rencana operasi. Perencanaan kontinjensi ini juaga akan membangun kapasitas sebuah organisasi dan harus menjadi dasar bagi Rencana Operasi dan Tanggap Darurat

Tidak lupa juga BPBD Jatim mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta selalu memperhatikan informasi perkembangan gunungapi ijen.

Leave a Reply