BPBD JATIM UNDANG 33 KAB/KOTA UNTUK SIAGA DARURAT BENCANA BANJIR & TANAH LONGSOR

Berdasarkan informasi BMKG pada Bulan Desember 2011 – Maret 2012 diprediksi adanya peningkatan curah hujan tinggi yang dapat menimbulkan potensi bencana alam  khususnya banjir dan tanah longsor di Wilayah Provinsi Jawa Timur. Untuk itu Kepala BPBD Jatim Drs. Siswanto, MM mengundang dan mengajak 33 Kab/Kota agar bersama-sama melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan dalam fase siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor ini.

Kegiatan Rapat Koordinasi Siaga Darurat Dalam Rangka Antisipasi dan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Alam khsususnya Banjir & tanah Longsor di Jawa Timur ini dilaksanakan di Hotel Purnama Batu tanggal 28-29 Desember 2011 dengan melibatkan 33 Kab/Kota yang memang mempunyai daerah rawan banjir serta tanah longsor.

Dalam kesempatan ini Kepala BPBD Jatim juga menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh oleh BPBD Jatim diantaranya melakukan koordinasi dengan instansi terkait (TNI/POLRI, Pemerintah Daerah, Lembaga Terkait PB, LSM, Relawan); melakukan sosialisai antisipasi dan kesiapsiagaan bencana melalui mass media (cetak, elektronik, radio); melakukan aktivasi jaring komunikasi dengan Kab/Kota; peningkatan peringatan dini (Early Warning System); mendirikan posko 1x 24 jam di BPBD Provinsi dan melakukan kompilasi, fasilitasi dan validasi usulan bantuan kebutuhan sarana prasarana dan logistik siaga darurat dari masing-masing kab/Kota.

Drs. Siswanto, MM juga mengimbau kepada Kabupaten/Kota yang mempunyai daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, dalam menghadapi musim hujan ini hendaknya agar senantiasa telah menyiapkan tindakan antisipasi dan kesiapsiagaan dini diantaranya melakukan pemetaan daerah rawan bencana; menganalisa resiko bencana; menyusun rencana operasi tanggap darurat; menyiapkan rencana/jalur evakuasi pada radius aman bagi pengungsi dan tempat pengungsian; menyusun kebutuhan sarana prasarana dan logistik siaga darurat; mengidenfikasi sumber daya yang ada; memobilisasi sumber daya (manusia, sarana prasarana dan logsitik); melakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana untuk mereduksi keresahan masyarakat; mengaktifkan Pusdalops/mendirikan Pos Komando di Kabupaten dan mendirikan Pos Lapangan di daerah rawan bencana (Kecamatan).

Disamping itu dalam upaya antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi fase siaga darurat bencana alam khususnya banjir dan tanah longsor ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan dukungan bantuan yang difasilitasi oleh BPBD Jatim untuk Kabupaten/Kota dalam rangka menghadapi siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply