Enam Ponpes, Ratusan Marbot Masjid dan Relawan NU Bangil Terima Bantuan Sembako Gubernur

BANGIL- Sedikitnya, enam pondok pesantren, ratusan marbot masjid, penjaga parkir masjid dan relawan Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Cabang Bangil menerima bantuan paket sembako dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bantuan sembako dengan total jumlah 1.806 paket itu diserahkan Guberrnur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim kepada Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Cabang Bangil untuk didistribusikan kepada penerima sasaran.

Ketua LPBI NU Cabang Bangil, Yoyok Wachyudi mengungkapkan, bantuan paket yang diterima pihaknya, Jumat (25/9) telah didistribusikan ke enam pondok pesantren (PP), di antaranya, PP KHA Wahid Hasyim Bangil, PP Darut Tauhid Pecanga’an Bangil, PP Al-Azhar Beji dan PP Nurudh Dholam 2 Beji.

Di enam Ponpes itu, paket sembako diberikan kepada para guru, pengurus dan karyawan yang terdampak Covid-19.

Selain ke pondok pesantren, paket sembako Gubernur juga didistribusikan kepada para marbot dan penjaga parkir masjid di wilayah Bangil serta para relawan Covid-19 LPBINU Bangil.

Pengasuh PP KHA Wahid Hasyim Bangil, KH Ahmad Wildan usai menerima bantuan tersebut, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan BPBD Jatim
atas bantuan yang diterima.

Baginya, bantuan tersebut sangat berarti, utamanya untuk para guru dan karyawan pondok yang secara tidak langsung turut terdampak Covid-19.

“Terimakasih Ibu Gubernur. Maturnuwun BPBD Jatim. Semoga bantuan ini barokah dan bermanfaat,” ujar Wildan di sela penyerahan sembako di pondoknya, Selasa (28/9/2020).

Ketua LPBI NU Cabang Bangil, Yoyok Wachyudi pun demikian. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan paket sembako gubernur yang disalurkan lewat BPBD Jatim.

Kepada setiap ponpes, marbot dan relawan Covid-19 NU yang diberi bantuan, ia tidak lupa menyampaikan perhatian Pemprov Jatim itu.

“Semoga bantuan ibu Gubernur ini bermanfaat. Paling tidak bisa mengurangi sedikit dampak ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19,” tambah Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi. (*)

Leave a Reply