Kurangi Risiko Bencana, Gubernur Ikuti Rakornas Virtual Antisipasi Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami

SURABAYA- Sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi berbagai bencana, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hari ini, Rabu (7/10/2020), mengikuti Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami yang digelar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Rakornas secara virtual yang dipimpin langsung Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak bencana utamanya dalam mewujudkan target zero victim (nol korban) saat terjadi bencana.

Hadir sebagai pemateri dalam Rakornas kali ini, Direktur Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Ir Lilik Kurniawan, direktur Kementerian PUPR Ir Jarot W, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Direktur di Kemendagri, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam arahannya mendukung upaya BMKG dan semua pihak dalam melakukan langkah kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti Badai La Nina.

Untuk itu, ia berharap agar segera dilakukan mitigasi atau kegiatan yang bisa megurangi dampak bencana hidrometrologi.

“Cuma, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, kami minta penanganan bencana alam harus bersinergi dengan penanganan Covid-19,” pesannya.

Sementara, Direktur Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Lilik Kurniawan, menyampaikan, di BNPB sebetulnya telah ada aplikasi InaRisk yang berisi informasi tentang potensi segala jenis bencana.

Informasi tentang potensi bencana itu penting karena menjadi dasar bagi daerah untuk menetapkan langkah.

Lantaran itu, ia pun menekankan pentingnya diseminasi informasi bencana mulai dari pusat hingga ke daerah, bahkan ke level kecamatan dan desa.

“Untuk itu, peran Pusdalops di daerah harus diperkuat, dan setiap daerah juga harus punya rencana kontijensi untuk melakukan kesiapsiagaan bencana,” tegasnya.

Dalam kesempatan Rakornas itu juga turut hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Plt Kalaksa BPBD Jatim, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan sejumlah Kepala daerah di Jawa dan luar Jawa. (*)

Leave a Reply