Bagikan

SURABAYA- Pemprov Jatim berduka.  Kepala Bappeda Prov Jatim, Mohammad Rudy Ermawan Yulianto, yang berjuang keras melawan virus Corona (Covid-19) akhirnya meninggal dunia.

Mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Permukiman Prov Jatim ini menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr Soetomo Surabaya,  Selasa (14/7/2020) malam, sekitar pukul 19.56 WIB.

Sosok pejabat yang penuh dedikasi ini meninggal setelah melalui perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo. Sebelumnya, pria kelahiran 20 Juli 1970 ini juga sempat dirawat di RS Darmo, pada 5-7 Juli 2020.

Pejabat yang dikenal low profile ini diketahui terpapar covid-19 setelah mengantarkan sang ayah, H Dahlan, yang sedang berobat. Setelah diswab, ternyata sang ayah positif terkonfirmasi covid-19.

Sang ayah pun akhirnya meninggal dunia pada 29 Juni 2020 lalu. Almarhum Rudy kemudian menjalani tes swab dan terdeteksi positif covid-19.

Selama masa perawatan, doa untuk kesembuhan almarhum juga selalu mengalir dari para sejawatnya, pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov Jatim, tak terkecuali dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Di lingkungan BPBD Jatim, doa kesembuhan juga disampaikan segenap pegawai saat gelar apel pagi, Senin (13/7).

Pembacaan doa kala itu dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, saat memimpin apel pagi tersebut.

Gubernur Khofifah pun langsung mengucapkan bela sungkawa dan duka yang mendalam atas meninggalnya putra terbaik Pemprov Jatim ini.

Khofifah mengenang sosok almarhum sebagai salah satu ASN terbaik yang dimiliki Pemprov Jatim. Almarhum juga dikenal berperan aktif dalam penanganan covid-19 di Jatim seiring masuknya almarhum dalam jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, kita semua berduka, keluarga besar Pemprov Jatim berduka. Teman kita, saudara kita Pak Rudy telah dipanggil ke haribaan Allah SWT. Semoga Allah mengampuni segala khilaf beliau, dan semua amal baiknya diterima oleh Allah SWT,” kata Gubernur Khofifah, Selasa malam.

Sebagai bentuk penghormatan, begitu kabar duka diterima, Khofifah langsung meminta agar digelar tahlilan dan shalat ghaib bersama di Musholla Grahadi untuk almarhum, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami ingin agar ada salat ghaib di sana karena beliau yang tahun lalu ikut merenovasi musholla itu,” imbuh Khofifah.

Atas nama Pemprov Jatim, Gubernur juga mengusulkan kenaikan pangkat istimewa kepada Almarhum melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Itu dilakukan sebagai penghargaan dan penghormatan atas jasa dan pengabdiannya sebagai ASN terbaik, termasuk perannya dalam penanganan Pencegahan Covid-19 di Jatim.

Selain itu, kepada almarhum juga akan diberikan penghargaan kehormatan Lencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur ‘Jer Basuki Mawa Beya’ atas dedikasi dan kerja kerasnya selama ini.

“Selamat jalan saudaraku. Insya Allah engkau dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ujar Khofifah menyampaikan pengharapannya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =