Bagikan

SURABAYA- Masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Jatim masih menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat.

Buktinya, untuk kali kedua, Menko PMK RI Prof Dr Muhajir Effendy kembali mengunjungi Jatim dan melakukan serangkaian pertemuan ke beberapa tempat.

Kunjungan Menko PMK yang didampingi Ketua Gugus Tugas Covid-19 RI, Letjen TNI Doni Monardo dan sejumlah pejabat BNPB ini, diawali di Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementerian PUPR di Jalan Bukit Darmo Raya Surabaya.

Selanjutnya, rombongan bergeser ke pusat observasi covid-19 di Kantor BPSDM Jatim dan dilanjutkan ke RS Darurat Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya.

Saat meninjau Pusat Observasi Covid-19 di BPSDM Jatim, Menko PMK bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat Doni Monardo meninjau langsung tempat-tempat observasi dan juga fasilitas yang disediakan.

Turut mendampingi, Pangkogabwilhan II Marsda TNI Imran Baidirus, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran.

Sejumlah pejabat Pemprov Jatim juga turut hadir, di antaranya, Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono dan sang tuan rumah Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai.

Kepada rombongan yang hadir, Aries menjelaskan, sejak bulan Mei hingga Juli 2020, sudah sebanyak 645 orang yang diobservasi di sana. Kondisi per hari ini ada 37 orang yang sedang menjalani observasi.

Menko PMK Muhajir Effendy mengungkapkan, kunjungannya ke Jatim kali ini untuk melakukan monitoring dan supervisi pada pelaksanaan percepatan penanggulangan covid-19 di Jatim.

“Saya pagi ini sampai siang tadi bersama Ketua Gugus Tugas Pusat dan Pangkogabwilhan II turun ke beberapa tempat,” terangnya.

Dari kunjungan itu, Menko PMK mengapresiasi langkah Pemprov Jatim yang menyiapkan Rumah Pusat Observasi Covid-19 yang berada di BPSDM Jatim.

Ia pun meminta agar pusat observasi semacam ini bisa diduplikasi di sejumlah daerah di Jatim, seperti, di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik yang angka kasusnya masih cukup tinggi.

Sementara, di RS Lapangan Covid-19 di jalan Indrapura, Menko PMK bersama kepala BNPB melakukan pertemuan dengan Pangkogabwilhan II, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kami diminta untuk secara serius membantu percepatan penanganan Covid-19 di Jatim. Sebab, jika Jatim sudah bisa tertangani, paling tidak bisa menurunkan 40 hingga 50 persen angka Covid-19 secara nasional,” ujar Muhajir Effendy.

Usai pertemuan tersebut, rombongan lalu bergeser ke Hotel Shangrilla Surabaya untuk melakukan pertemuan dengan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo bersama Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono juga melakukan pertemuan dengan komunitas Bonek Mania Persebaya Surabaya.

Hadir dalam pertemuan itu Manager Bonek Mania Azrul Ananda, dan sejumlah relawan komunitas pecinta Persebaya Surabaya ini.

Rangkaian agenda kunjungan hari ini akhirnya ditutup dengan Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama jajaran pejabat Pemprov Jatim di Hotel Inna Simpang, Surabaya.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 pusat Letjen TNI Doni Monardo ini juga dihadiri Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Pangkogabwilhan II, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim.

Di penghujung acara, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis satu unit kendaraan mesin PCR dari BNPB kepada Pangdam V Brawijaya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 − 1 =