Bagikan

Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah.”

SURABAYA- Kian hari, penyebaran virus Corona (Covid-19) di Jatim kian meluas. Angka penularannya pun melonjak cepat.

Hingga Senin (13/4/2020), pukul 19.00 WIB, jumlah positif Covid-19 capai 438 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 1.447 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 14.423 orang.

“Jadi, total 438 orang yang positif, ada tambahan 52 orang. Yang sembuh bertambah 7 orang menjadi 76, dan meninggal tambah 11 menjadi 40 orang. Daerah zona merah tambah satu, yakni Kabupaten Mojokerto. Total zona merah 33 daerah di Jatim,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan saat Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (13/4/2020) malam.

Gubernur lalu merinci, yang positif 438 orang di Jatim itu terdiri dari: 208 dari Surabaya, 11 Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 39 dari Sidoarjo, 12 Kabupaten Kediri, 6 Kota Kediri, 17 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 8 Lumajang, 3 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, 3 Banyuwangi, 3 Pamekasan, 14 Tulungagung, 7 Jombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 24 Lamongan, 4 Bangkalan, 1 Pacitan, 3 Bojonegoro, 3 Tuban, 10 Kabupaten Pasuruan, 2 Kota Pasuruan, 4 Kabupaten Probolinggo, 2 Kota Probolinggo dan 1 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 40 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 20 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi dan 1 Tuban.

“Ada 76 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 8 dari Malang, 1 Kota Batu, 39 dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 2 dari Gresik, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 1 Kota Kediri, 5 Situbondo, 1 Kabupaten Madiun dan 1 Banyuwangi,” tambah Khofifah.

Dengan perkembangan yang cepat itu, Gubernur meminta agar segenap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19.

Caranya, dengan tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik.

“Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pintanya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − three =