Tersumbatnya drainase dan tingginya permukaan air sungai daripada jalan raya serta curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengakibatkan terjadinya genangan. Sejak Jumat (26/2) hingga saat ini air masih menggenangi wilayah Kecamatan Babat dan sekitarnya. Pengaktifan pompa penyedot air berkapasitas 1.350 liter per detik belum efektif mengatasi banjir karena curah hujan yang tinggi.

 Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lamongan saat meninjau Banjir di Kecamatan Babat, Lamongan, Senin (7/3).

Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Babat, Lamongan, mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

“Sekarang yang kami harapkan air cepat surut dan bantuan makan-minum cukup. Untuk mengantisipasi wabah penyakit pasca terjadinya banjir diharapka pegawai kesehatan aktif menyambangi warga terdampak banjir” kata Gus Ipul saat meninjau banjir di wilayah Kecamatan Babat, Lamongan, Senin (7/3).

Hingga Senin (7/3), banjir masih menggenangi 7 kelurahan/desa di Kecamatan Babat. Sekitar 1.945 rumah warga terendam banjir. Berdasarkan data sementara 7 kelurahan/desa yang terendam banjir beserta jumlah rumah terdampak meliputi kelurahan Babat (200 rumah), Desa Bedahan (490 rumah), Desa Sogo (200 rumah), Kelurahan Banaran (406 rumah), Desa Sumurgenuk (49 rumah), Desa Datinawong (150 rumah) dan Desa Truni (450 rumah).

Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim dan Dinas PU Pengairan bekerjasama dengan Pemkab Lamongan menyiapkan langkah-langkah strategis dalam penanganan banjir di wilayah Kecamatan Babat. Mulai dari jangka pendek dan jangka panjang. Menurutnya, langkah jangka pendek yang akan ditempuh adalah dengan menambah pompa penyedot air. ™

Sumber : Humas BPBD Prov. Jatim

By dino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + eighteen =