Bagikan

PROBOLINGGO- Gelar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diselenggarakan BPBD Jatim tahun ini ternyata tak hanya menyasar kalangan siswa atau pelajar di level SMP atau SMA saja.

Di Kota Probolinggo misalnya, kegiatan yang digelar untuk meningkatkan upaya kesiapsiagaan bencana ini dilangsungkan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes), tepatnya di Madrasah Aliyah (MA)Ponpes Riyadlus Sholihin.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka Asisten Bidang Pemerintahan Pemkot Probolinggo Ir Gogol Sujarwo M.Si bersama Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa, Senin (15/8/2022).

Hadir pula dalam acara ini, Kabid PK BPBD Jatim Andhika N Sudigda, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetya, Kepala MA Riyadlus Sholihin H Suhlal, SPdI, Kepala Kemenag Kota Probolinggo H Samsur MPd.I dan Koordinator SRPB Jatim, Dian Harmuningsih.

Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa mengenalkan kepada para siswa yang juga santri Riyadlus Sholihin tentang berbagai ragam jenis bencana di Jatim.

Dari ragam jenis itu, ia berharap para santri dan para guru yang terpilih menjadi peserta, bisa memahami strategi penanggulangannya hingga bisa menularkannya ke santri lainnya.

Hal itu juga dikuatkan Asisten Bidang Pemerintahan Pemkot Probolinggo Gogol Sujarwo.

“Ingat, yang bisa menolong dan menyelematkan kita saat terjadi bencana, ya diri kita sendiri,” ujarnya.

Lantaran itulah, ia meminta semua santri, guru dan pengurus pesantren yang terlibat dalam SPAB ini untuk benar-benar mempelajari materi SPAB.

Kecuali itu, ia juga mengapresiasi keberadaan Mosipena (Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana) yang menjadi sarana pembelajaran kebencanaan para santri.

Di tempat yang sama, Kabid PK Andhika N Sudigda menyatakan, bahwa BPBD Jatim memang ingin menambah jumlah inovasi layanan tersebut, karena jumlahnya masih satu unit. Padahal kebutuhan sosialisasi ada di 38 kabupaten/kota.

Ia juga menambahkan, sasaran gelar SPAB yang akan dilaksanakan di 20 titik tahun ini, tidak cuma siswa dan pelajar tapi juga para santri pondok pesantren.

Selain di Kota Probolinggo, beberapa pesantren yang akan menjadi sasaran kegiatan ini, di antaranya, Pesantren di Bondowoso, Situbondo, Pacitan, Lamongan dan beberapa daerah lain. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published.