Bagikan

SIDOARJO- Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang terus berkembang di Jatim direaksi BPBD Jatim dengan melakukan penyemprotan desinfektan.

Aksi ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan PMK yang bisa menyebar melalui udara.

Sejumlah pasar hewan dan rumah potong hewan (RPH) yang tersebar di lima daerah pun telah menjadi sasaran aksi desinfeksi PMK yang dilakukan tim gabungan BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten/Kota ini.

Di antaranya, kandang peternak Dawar Blandong di Kab. Mojokerto, pasar hewan Balongpanggang dan Surojenggolo di Gresik, pasar hewan Tikung dan Babat di Lamongan, dan Pasar Hewan Mojoagung Jombang, serta pasar hewan dan RPH Ngoro yang juga berada di Jombang.

Terbaru, Minggu (15/5/2022) pagi, aksi penyemprotan kembali dilangsungkan di Pasar Hewan dan RPH Krian, Sidoarjo.

Dalam dua hari terakhir, Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa terjun langsung, memimpin aksi penyemprotan ini.

Turut mendampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Sriyono, Sekretaris BPBD Suharlina Kusuma Wardani, perwakilan BPBD kabupaten Sidoarjo, serta Pengelola pasar hewan dan RPH setempat.

“Seperti yang pernah disampaikan Ibu Gubernur, bahwa penyakit mulut dan kuku ini penyebarannya mirip dengan Covid-19. Cuma tidak menyerang manusia. Karena itu, untuk mencegah meluasnya penyebaran, kita pergencar penyemprotan,” terang Kalaksa BPBD Jatim, Budi Santosa di sela aksi penyemprotan.

Sementara, berdasar data Posko PMK Pemprov Jatim, Sabtu (14/5/2022), penyebaran penyakit mulut dan kuku pada ternak di Jatim telah meluas di 13 kabupaten/kota.

Dari sebaran tersebut, sebanyak 4.926 ternak sapi yang telah terinfeksi PMK, dengan kondisi sakit sebanyak 4.637 ekor, sembuh 254 ekor dan mati 35 ekor.

Adapun 13 daerah sebaran PMK di Jatim, di antaranya, Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Kota Batu dan sejumlah daerah yang telah mendapat semprotan desinfektan dari Tim BPBD Jatim. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published.