Bagikan

NGAWI- BPBD Jatim melaunching bantuan alat pemanen air hujan di Desa Banjarbanggi Kec. Pitu Kab. Ngawi, Kamis (14/4/2022).

Bantuan yang diperuntukkan bagi 59 KK atau sekitar 190 jiwa warga Dusun Pingit Desa Banjarbanggi ini sebagai upaya kesiapsiagaan, sekaligus solusi atas persoalan kesulitan air bersih saat terjadi kekeringan di wilayah setempat.

Launching bantuan tersebut ditandai dengan sosialisasi pemanfaatan air hujan di Musholla Al-Ikhlas dusun setempat dengan dihadiri Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa, Begawan Kebencanaan yang juga mantan Kepala BNPB Prof Dr Syamsul Maarif M.Si, Fasilitator Nasional BNPB Amik Purdinata dan Tenaga Ahli Kebencanaan BPBD Jatim Suban Wahyudiono ST MT.

Hadir juga, Kalaksa BPBD Kab. Ngawi Anang Heri dan sejumlah pejabat BPBD Jatim, di antaranya, Kabid PK Andhika N Sudigda ST, M.Si, Kabid KL Drs Sriyono MM, M.Si, Kasi Pencegahan Dadang Iqwandy ST MT, Kasi Kesiapsiagaan Apal Supendi SE MM dan Kasi Logistik Bige Agus Wahjuono SE.

Kades Banjarbanggi Muhtarom dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas bantuan alat pemanen air hujan dari BPBD Jatim.

Ia mengaku tidak menduga jika wilayah kekeringan di desanya dapat perhatian dan respon yang luar biasa dari Pemprov Jatim.

Selama ini, wilayah Kampung Pojok di desanya memang menjadi langganan kekeringan. Tahun lalu, warganya juga sempat menerima bantuan droping air bersih dari BPBD Jatim.

“Atas nama warga Desa Banjarbanggi, kami menyampaikan terimakasih yang tak terhingga. Semoga ini menjadi amal baik bapak ibu semua di Bulan Ramadhan ini,” doanya.

Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa menyampaikan, memang banyak potensi bencana yang ada di Jatim, termasuk kekeringan.

Karena itu, BPBD Jatim dalam beberapa waktu terakhir menekankan sejumlah program untuk mengurangi kekeringan dan bencana lain, di antaranya, melalui mitigasi berbasis vegetasi alias nandur-nandur, droping air bersih dan bantuan alat pemanen air hujan ini.

Sementara, Prof Syamsul Maarif dalam arahannya meminta semua warga yang hadir menjadikan pemanfaatan air hujan ini sebagai sebuah gerakan.

“Silakan dinamai sendiri gerakannya. Kalau kami punya komunitas Banyu Bening. Mungkin disini Gerakan Banyu Langit,” tawarnya.

Ia juga mengajak semua warga untuk berfikir dan merenungkan tentang penyebab kekeringan dan bencana lainnya.

Dari paparannya, ia menegaskan bahwa, bencana itu sebetulnya bisa dihindari atau dikurangi. Asal kita mau berfikir, berusaha dan mempelajari tanda-tanda alam yang disampaikan Tuhan dalam semesta ini.

“Hujan itu kan ada rumahnya. Selama ini rumah-rumah hujan itu yang hilang, karena tidak ada lagi sumur-sumur resapan. Ayo, kita galakkan lagi yang seperti itu,” ajaknya.

Selain launching bantuan alat pemanen air hujan, dalam kesempatan ini, juga diserahkan bantuan masker dan dirigen dari BPBD Jatim kepada kepada masyarakat setempat yang diwakili Kades Banjarbanggi, serta sosialisasi manfaat air hujan dan teknis operasional pemanfaatan alat tersebut.

Khusus sosialisasi pemanfaatan air hujan, materi itu disampaikan Fasnas BNPB, Amik Purdinata.

Ia lalu menyuplik ayat Alqur’an, Surat Al-Anfal ayat 11 yang dibacakan salah satu pengurus PKK setempat. Ayat tersebut adalah dalil bahwa air hujan sesungguhnya mempunyai banyak manfaat.

“(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu,” ucapnya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published.