Bagikan

MALANG- Selama tiga hari ini, BPBD Jatim menggelar Rakor dan Evaluasi Agen Bencana Kab/Kota se-Jatim di Shanaya Resort, Kab. Malang.

Sekitar 76 agen bencana dan sejumlah Kalaksa BPBD Kab/Kota hadir dalam pembukaan Rakor ini, Rabu malam (17/11/2021).

Pembukaan ditandai dengan penyerahan bantuan alat deteksi dini gempa bumi portabel dan Buku “Satu Nyawa Melayang adalah Sebuah Tragedi” karya Tri Budiarto, oleh Kalaksa BPBD Jatim, Drs Budi Santosa kepada sejumlah Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota yang hadir.

Dalam arahannya, Kalaksa Budi Santosa meminta agar agen di kab/kota mengubah mindset terhadap penanggulangan bencana dengan melakukan empowering (pemberdayaan) dan enabling (penguatan) terhadap kapasitas masyarakat, sehingga tercipta civil society, yaitu masyarakat yang tangguh akan bencana.

Baginya, proses empowering ini menjadi penting karena merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana, yang salah satunya bisa diwujudkan melalui Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Seperti yang dikatakan Anthony Giddens, masyarakat itu punya kecerdasan untuk menyelesaikan masalahnya,” ujarnya.

Namun peran civil society ini, sambung Kalaksa, harus seimbang (equity) dengan peran negara (state) dan kalangan dunia usaha (private sector). Jika semua ini terwujud, maka inilah yang disebut masyarakat tangguh yang sesungguhnya atau masyarakat madani.

Selain itu, ke depan, Kalaksa BPBD juga minta agar agen memperkuat peran dan tugasnya dalam beberapa hal, di antaranya, sebagai corong/pusat informasi bencana di daerah, memperkuat sosialisasi, edukasi dan informasi kepada masyarakat agar tanggap bencana serta memiliki human relation dan public relation yang bagus kepada masyarakat.

“Ingat, siapa yang menguasai informasi, maka ia akan menguasai dunia,” tegasnya.

Kecuali itu, agen bencana di daerah juga diminta harus tanggap dan cekatan dengan info kejadian bencana, memperkuat peran tugas di lapangan dengan menguasai medan fisik, medan psikologi dan medan sosial serta menjaga kekompakan dengan tim kabupaten/kota.

“Jangan lupa, kalau turun ke lokasi kejadian, gunakan uniform “orange” BPBD. Biar panjenengan semua dikenal dan tidak dianggap liar,” pesannya.

Turut hadir, segenap pejabat eselon III di lingkungan BPBD Jatim, yakni, Sekretaris BPBD Erwin Indra Widjaja, Kabid PK Gatot Soebroto, Kabid KL Sriyono dan Kabid RR Andhika N Sudigda.

Selain itu, hadir juga sejumlah pejabat eselon IV, di antaranya, Kasubbag TU Kemal Faruk, Kasi Logistik Bige Agus Wahjuono dan Kasubbag Keuangan, Suharlina Kusuma W. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 3 =