Bagikan

BANYUWANGI- Upaya percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemprov Jatim. Salah satunya dengan membangun konektivitas infrastuktur ekonomi dengan wilayah Indonesia bagian timur.

Langkah itulah yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dalam peresmian Dermaga Movable Bridge (MB) IV di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (26/10/2021).

Hadir dalam peresmian ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas; Direktur Teknis & Fasilitas PT ASDP Indonesia Kusnadi Chandra Wijaya dan Kadishub Jatim Dr Nyono.

Turut mendampingi Gubernur, sejumlah pejabat Pemprov Jatim, di antaranya, Plt Asisten Ekbang Dr Jumadi, Kepala Bakorwil V Jember, Kadis PUPR, dan Kalaksa BPBD Jatim, yang diwakili Kabid PK Gatot Soebroto SE M.PSDM dan Kabid RR, Andhika N Sudigda ST, M.Si.

Peresmian Dermaga MB IV yang dilakukan Gubernur Jatim tepat pukul 13.11 WIB ini ditandai dengan penandatanganan prasasti, penekanan tombol sirine dan pemotongan untaian bunga melati di pintu dermaga.

Dermaga MB IV yang dibangun dengan dana APBD Jatim ini bertujuan untuk memfasilitasi penyeberangan kapal menuju pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat dan wilayah Indonesia bagian timur lainnya.

Sejak Tahun 2015, Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan telah melakukan Kerjasama dengan PT. ASDP Ketapang dimulai dengan pembangunan dermaga LCM. Sampai saat ini layanan ini sudah memberikan sumbangan PAD ke Jatim senilai Rp 2 milyar per tahun.

Gubernur Khofifah menyampaikan, pembangunan dermaga MB IV ini tidak hanya memberi manfaat bagi Jawa Timur dan NTB saja, namun juga provinsi Bali, dalam bentuk, pengurangan kepadatan lalulintas dan pengurangan kerusakan jalan.

“Saat ini ada 16 provinsi di Indonesia bagian timur, di luar Sulsel hampir 80 persen logistiknya disuplai oleh Jawa Timur. Inilah yang perlu diperkuat konektivitas antar-daerah antar pulaunya, salah satunya, dengan peresmian pelabuhan ini,” ujarnya.

Dermaga MB IV yang dibangun oleh Pemprov Jatim ini memiliki kapasitas MB sebesar 60 Ton dan dapat disandari kapal dengan ukuran 5000 GT. Lintas LongLDF Ketapang-Lembar dari Dermaga MB IV ini dalam 1 minggu dapat melakukan sebanyak 17 kali pelayaran.

Jumlah Kapal yang beroperasi sebanyak 4 Kapal yaitu KMP. Parama Kalyani, KMP Jambo X, KMP. Dharma Ferry IX dan KMP Tunu Pratama Jaya dengan rata rata 1 Kapal dapat memuat 40 truk. Sementara untuk waktu pelayaran lintas Ketapang – Lembar selama 12 Jam, dengan durasi waktu muat dan bongkar selama 2 jam. Load faktor saat ini, sudah mencapai rata-rata 70 – 80 persen.

Dalam kegiatan ini, BPBD Jatim juga memberikan dukungan, berupa, support paket sembako sebanyak 150 paket yang diberikan kepada anak yatim dan sejumlah pekerja di lingkungan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =