Bagikan

SIDOARJO- Dalam 1,5 bulan ke depan, sebanyak sebanyak 631 mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya dari berbagai fakultas akan menjalani kegiatan KKN di wilayah bencana di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Kegiatan yang akan dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu di lima desa di wilayah Tanggulangin ini merupakan rangkaian dari kegiatan KKN Tematik Kebencanaan yang digelar secara sinergis dengan BPBD Jatim.

Prosesi pembukaan KKN yang digelar di Kantor Kecamatan Tanggulangin ini dihadiri Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM, Rektor Unitomo Dr Siti Marwiah SH, MH, Pembantu Rektor I Dr Amirul Mustofa M.Si, Kepala LPPM Unitomo Dr Fadjar Kurnia Hartati, Ketua Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Unitomo Dr Hendro Wardono, Kalaksa BPBD Kab. Sidoarjo, Ir Dwidjo Prawito MM, MMT, Camat Tanggulangin Sabino Mariano, S.Sos, M.KP dan beberapa Kepala Desa di wilayah Kec. Tanggulangin.

Camat Tanggulangin Sabino mengungkapkan, setiap hari masyarakat Tanggulangin telah hidup berdampingan dengan bencana, khususnya lumpur Lapindo dan banjir.

Karenanya, ia sangat berterimakasih karena wilayahnya telah dijadikan sebagai sasaran lokasi KKN Kampus Unitomo.

Rektor Unitomo Siti Marwiah dalam sambutannya menyampaikan, bahwa idealnya kampus itu tidak hanya berteori dan menciptakan para cendekiawan saja. Tapi kampus juga harus bisa mengimplementasikan teorinya langsung ke masyarakat.

“Kampus itu harus hadir sbg rahmatan lil alamin. Memberi manfaat bagi semua,” tegas perempuan yang baru dilantik sebagai rektor awal Juni lalu ini.

Rektor Siti Marwiah juga mengapresiasi sinergitas KKN Tematik dengan BPBD Jatim yang telah berlangsung sejak tahun 2017.

“KKN ini kegiatan yang mulia. Kenapa? Karena kegiatan ini merupakan salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang punya misi kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara, Kabid PK Gatot Soebroto dalam kesempatan yang sama, mengapresiasi keterlibatan Kampus Unitomo dalam upaya mitigasi bencana di Tanggulangin.

Baginya, KKN Tematik Kebencanaan ini sangat tepat, karena penanggulangan bencana memang tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah dan masyarakat.

“Tetapi butuh keterlibatan elemen pentahelix lain, salah satunya kalangan akademisi,” terangnya.

Ia juga berkeyakinan, jika semua unsur pentahelix bergerak, penanggulangan bencana bisa lebih komprehensif dan upaya pengurangan risiko bencana di Jatim bisa dimaksimalkan.

Sebagai pertanda dimulainya KKN, dilangsungkan penyerahan jaket almamater ke sejumlah pihak, di antaranya, Camat Tanggulangin, BPBD Provinsi Jatim dan BPBD Kab. Sidoarjo, serta beberapa unsur forkopimcam Tanggulangin. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 2 =