Bagikan

BLITAR- Sebagai lanjutan respon Pemprov Jatim atas bencana gempa yang terjadi akhir pekan lalu, hari Rabu (14/4/2021), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Blitar.

Agenda kunjungan diawali di Kantor Desa Tepas Kec. Kesamben. Usai mendapat laporan dari Kades Tepas Suparman soal kondisi kerusakan di desa setempat, Gubernur lalu menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa yang diterima secara simbolis oleh Bupati Blitar Hj Rini Syarifah, dengan didampingi Kalaksa BPBD Kab. Blitar, Abdul Cholik.

Turut mendampingi, Kadinsos Jatim, Kadis PR KP CK Dr, Kadisperindag Jatim, Kepala Bakorwil Malang, Direktur RSUD Dr Saiful Anwar dan Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi S.Sos, MM.

Adapun jenis bantuan yang diberikan berupa, beras 500 kg, selimut 100 pcs, terpal 50 lembar, makanan siap saji 20 dos, lauk pauk 20 dos, mie instan 50 dos, sembako 200 paket, masker kain 10.000 pcs dan tikar 100 lbr.

Dari balai desa, Gubernur Khofifah lalu mengunjungi rumah warga yang mengalami rusak berat, yakni, rumah Pak Makroni dan rumah Mbah Darmo. Keduanya merupakan warga Dusun Rembang desa setempat.

Di sela-sela itu, gubernur juga mengunjungi Posko Psikososial anak-anak terdampak gempa dan menyerahkan sejumlah peralatan sekolah.

Usai melakukan peninjauan, Khofifah meminta agar proses identifikasi, pendataan, dan validasi rumah rusak kategori berat, sedang, dan ringan termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial segera dilakukan dengan cepat. Diharapkan, dalam waktu sepekan ini proses identifikasi dan validasi tersebut dapat selesai.

“Kami sudah mengkomunikasikan dengan Kepala BNPB Pak Doni Monardo bahwa pemerintah pusat akan memberi stimulan untuk rumah yang kategori rusak berat sebesar Rp. 50 juta di luar ongkos pengerjaannya, kemudian rusak sedang Rp. 24 juta, dan rusak ringan Rp. 10 juta. Jadi selama proses menunggu ini kami minta proses identifikasi dan validasi ini selesai dalam waktu sepekan untuk selanjutnya kita sampaikan ke BNPB data-datanya,” katanya.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan meninjau Gedung DPRD Kab. Blitar dan RS Marsudi Waluyo yang juga mengalami kerusakan.

Khusus di RS Marsudi Waluyo, Gubernur juga mengunjungi sejumlah pasien luka-luka yang dirawat akibat terdampak gempa.

Berdasar data Pemkab Blitar per hari itu, jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa di Desa Tepas sebanyak 34 rumah warga rusak, meliputi, rusak berat 6 unit, rusak sedang 17, dan rusak ringan 11 unit. Sedangkan, satu rumah ibadah rusak sedang.

Sementara, secara komulatif, kerusakan di Kabupaten Blitar mencapai 924 unit, meliputi rumah warga 832 unit dan fasilitas Umum 92 unit.

Turut hadir dari BPBD Jatim dalam kunjungan ini, Kabid Kedaruratan dan Logistik Drs Sriyono MM M.Si, Kasi Logistik Bige Agus Wahjuono SE dan TRC BPBD Jatim. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *