Bagikan

SURAKARTA- Upaya penguatan kapasitas masyarakat terhadap ancaman bencana alam terus menjadi perhatian BNPB.

Untuk tahun 2021 ini misalnya, melalui Direktorat Pencegahan & Kesiapsiagaan, BNPB akan membentuk Destana di sepanjang wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo dan di wilayah Gunung Api, Kelud.

Rencana tersebut terungkap dalam Rakor Pelaksanaan Destana yang digelar di Ramada Suites, Kota Surakarta, Rabu-Kamis (7-8/4/2021).

Acara Rakor yang dibuka Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan ini pun diikuti perwakilan BPBD dari Jatim dan Jateng.

Hadir mewakili Jatim, Kabid PK BPBD Prov. Jatim, Gatot Soebroto SE M.PSDM, Perwakilan BPBD Wilayah DAS Bengawan Solo: BPBD Kab Ngawi, Kab. Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Kab. Gresik, serta perwakilan BPBD Wilayah Gunung Api Kelud: BPBD Kab. Blitar, Kab. Kediri, Malang dan Jombang.

Dalam rakor tersebut, disampaikan, untuk Destana DAS Bengawan Solo, jumlah desa yang disiapkan sebanyak 140 desa, meliputi 100 desa di Jatim dan 40 desa di Jateng.

Sedang untuk Destana Gunung Api Kelud, jumlah desa yang dialokasikan sebanyak 60 desa yang tersebar di empat kabupaten.

Bersama program IDRIP (Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project) selama kurun 2021-2023, kita juga menargetkan pembentukan Destana sebanyak 5.745 desa dengan prioritas desa yang memiliki ancaman tsunami,” ujar Firza Ghozalba, ST, M.Eng, Analisis Kebijakan Ahli Madya BNPB, yang juga pemateri pertama Rakor.

Sementara, dalam kesempatan tersebut, Gatot Soebroto juga menyampaikan progres capaian pembentukan Destana di Jatim tahun ini yang telah tuntas di 40 desa.

Dalam setiap pembentukan Destana juga diselipkan kegiatan mitigasi vegetasi melalui penanaman bibit pohon.

“Hanya jumlah bibitnya belum banyak dan atas usulan daerah, jenis pohon yang ditanam lebih banyak yang jenis buah,” katanya.(*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =