Bagikan

JEMBER- Guna mengantisipasi ancaman potensi bencana tsunami di Kab. Lumajang, akhir pekan lalu, tepatnya Minggu (4/4/2021), BPBD Jatim melakukan penanaman bibit mangrove di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kec. Pasirian.

Kegiatan yang juga merupakan rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2021 ini diikuti sejumlah relawan, di antaranya, dari FPRB Jatim, LPBI NU Jatim, Santri Tangguh Bencana (Sanggub), dan Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formalis) Kota Probolinggo.

Hadir dalam acara ini, anggota Komisi E DPRD Jatim Hari Putri Lestari, Kabid PK BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kalaksa BPBD Lumajang Indra Wibowo, Sekjen FPRB Jatim Sudarmanto, Ketua LPBI NU Jatim Saiful Amin dan Kades Selok Awar-Awar Didik Nur Handoko.

Sebelum aksi penanaman, dilangsungkan Apel Kesiapsiagaan yang dibuka secara simbolis oleh Kabid PK Gatot Soebroto, dan diikuti dengan penyerahan simbolis bibit mangrove oleh anggota Komisi E DPRD Jatim Hari Putri Lestari, Kabid PK BPBD Jatim Gatot Soebroto, dan Ketua LPBI NU Jatim Saiful Amin.

Gatot Soebroto dalam sambutannya, menyampaikan terimakasih atas upaya dan partisipasi berbagai elemen dalam kegiatan tersebut, utamanya dukungan anggota Komisi E DPRD Jatim.

Menurutnya, potensi bencana tsunami yang disampaikan Kepala BMKG Pusat Prof Dwikorita harus disikapi dengan aksi pencegahan dan kesiapsiagaan, utamanya dalam upaya pengurangan risiko bencananya.

“Semoga yang kita tanam hari ini bisa terus terjaga, sehingga menjadi warisan bagi anak cucu kita. Selain itu, tanaman ini nanti juga akan memperindah bagi pantai ini dan yang terpenting bisa menjadi benteng alam dalam menghambat laju tsunami ke daratan,” terangnya.

Sementara, Hari Putri Lestari juga mengapresiasi upaya BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Lumajang dan para relawan dlm upaya mengedukasi masyarakat soal penanggulangan bencana melalui aksi penanaman bibit mangrove.

Karenanya, ia pun sangat mendukung kegiatan mitigasi bencana ini, baik dari segi kebijakan maupun penganggaran.

“Sebelum menjadi anggota dewan, saya kebetulan bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang analisis risiko. Jadi, saya sangat paham betul, bahwa upaya pencegahan itu sangat lebih penting dan efesien dibanding dengan saat penandatanganan tanggap darurat. Karena itu, saya mendukung betul dengan kegiatan seperti ini,” ujar Hari Putri.

Sebagai simbolis pelaksanaan kegiatan ini, semua elemen yang hadir lalu melakukan aksi penanaman bibit mangrove secara serentak.

Sementara, sebagai simbol penanda pencanangan HKB 2021, juga dilakukan pemukulan kentongan secara bersama-sama.

Turut menyemarakkan kegiatan ini, mobil edukasi penanggulangan bencana (Mosipena) yang memberikan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat dan anak-anak usia dini di sekitar lokasi.

Selain kepada anak-anak, pelayanan Mosipena juga diberikan kepada elemen relawan dari Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formalis) Kota Probolinggo. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − three =