Bagikan

MADIUN- Satu lagi layanan rujukan pasien Covid-19 yang dimiliki Pemprov Jatim, yakni, RS Lapangan Joglo Dungus Madiun.

RS rujukan Covid-19 yang berada di Kec. Kare Kab. Madiun ini telah diresmikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (3/2/2021).

Pembangunan RS ini ditujukan untuk memperluas pelayanan rujukan pasien Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya di wilayah Mataraman, bukan cuma Madiun.

“Peresmian RS Lapangan Joglo Dungus ini sekaligus menjadi ikhtiar dalam upaya mempercepat layanan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 terutama di wilayah Madiun Raya dan Mataraman. Apalagi, persentase penambahan kasus aktif di Mataraman pada bulan Januari kemarin cukup tinggi. Kita berharap akan terus terkendali dan melandai,” ujar Gubernur saat sambutan peresmian.

Peresmian RS yang berada di area RS Paru Dungus Madiun ini ini ditandai dengan dengan pelepasan sejumlah burung love bird dan pemotongan pita menggunakan kapak merah.

Hadir dalam peresmian ini, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Plt Kabappeda Jatim, Direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi, Dir. RSUD Saiful Anwar Malang dr Kohar Hari Santoso, Dir. RS Jiwa Menur dr Hafidin Ilham, Kadinkes Jatim dr Herlin Ferliana, dan Kepala RS Lapangan Joglo Dungus dr Hendri Harianto.

Hadir pula dalam acara itu, LO BNPB dan perwakilan BPBD Jatim, Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi, Sekretaris BPBD Erwin Indra Widjaja, Kabid KL Sriyono, dan Tenaga Ahli Kebencanaan Suban Wahyudiono.

RS Lapangan Joglo Dungus yang diresmikan kali ini memiliki kapasitas 150 bed, dengan bangunan yang terdiri dari 5 joglo, 3 Limasan, 2 musholla joglo (putra putri) dan 4 ruang High Care Unit (HCU) yang mampu menampung 7 bed.

Selain itu, juga telah disiapkan sejumlah fasilitas pendukung berupa, ruang UGD, ruang radiologi, laboratorium, poliklinik, area jogging track, dan tempat relaksasi.

Berbeda dengan dua rumah sakit lapangan Covid-19 Pemprov Jatim yang telah beroperasi lebih dulu, yakni, di Indrapura Surabaya dan Ijen Boulevard Kota Malang, rumah sakit lapangan di Dungus ini memiliki bangunan dan lingkungan alam yang sangat asri. Sehingga, rumah sakit ini memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif di luar dari kualitas layanannya.

“Suasana keindahan di Dungus ini menjadi bagian penting untuk pasien Covid-19 karena mereka butuh suasana psikologis yang membuat happy dan tenang. Jadi suasana seperti ini seperti banyak pepohonan yang sudah berusia sekian puluh tahun, menjadi bagian dari support untuk memberikan percepatan penyembuhan bagi pasien Covid-19,” katanya.

Menurutnya, pelayanan dengan format rumah-rumah joglo dan limas yang ada di rumah sakit ini menjadi suatu inovasi tersendiri yang bisa berseiring dengan lingkungan yang ada.

“Tentu hal ini bisa menjadi motivasi bagi pasien agar cepat sembuh dan mampu mensupport para nakes dalam memberikan layanan,” harapnya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 15 =