Bagikan

PROBOLINGGO- Sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, tahun ini BPBD Jatim kembali membentuk Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).

Pembentukan Destana perdana tahun ini diawali di Kota Probolinggo, Senin (1/2/2021), tepatnya di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kec. Wonoasih.

Hadir dalam acara ini, anggota Komisi E DPRD Jatim, H. Hasan Irsyad, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetya, Camat Wonoasih Imam Cahyadi, Danramil Wonoasih Kapten Inf. Abu Kuswari, Lurah Jrebeng Wetan Sutari, dan perwakilan LKMK serta masyarakat Jrebeng Wetan.

Seremoni pembukaan dilakukan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto, dilanjut dengan penyerahan bibit Pohon Mangga Apukat kepada Lurah Jrebeng Wetan dan penyerahan bantuan masker.

Pembentukan Destana kali ini juga ditandai dengan aksi penanaman pohon di area Kantor Kelurahan Jrebeng Wetan.

Yang terbaru, pembentukan Destana hari ini juga disemarakkan dengan peluncuran secara perdana Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena).

Dalam sambutannya, Hasan Irsyad mengapresiasi langkah BPBD Jatim yang berinisiatif membentuk Destana di Jatim. Termasuk inovasi menghadirkan Mosipena untuk meningkatkan kesadaran dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

“Saya rasa ini langkah yang bagus dari teman-teman BPBD Jatim. Jawa Timur ini sangat berpotensi terjadi bencana. Pembentukan Destana yang dilengkapi dengan Mosipena ini merupakan langkah tepat di saat kita sedang banyak dilanda bencana,” ujarnya.

Sementara, Gatot Soebroto menjelaskan, tahun ini BPBD Jatim akan membentuk 40 Destana. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2020 yang sebanyak 20 desa. Dengan tambahan ini, jumlah total Destana di Jatim akan berjumlah 702 desa/kelurahan.

Selain di Kota Probolinggo, Senin (1/2/2021), secara bersamaan juga dilangsungkan kegiatan pembentukan Destana di Kab. Pasuruan dan Ponorogo. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =