Bagikan

BATU- Guna mengevaluasi kinerja penanganan bencana di Jatim, khususnya di Kota Batu, hari ini, Kamis (28/1/2021), Komisi E DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja ke BPBD Kota Batu.

Kunjungan kerja dipimpin Wakil Ketua Komisi E, Hj. Hikmah Bafaqih M.Pd (FPKB) dengan diikuti sejumlah anggota komisi, di antaranya, Hari Putri Lestari (FPDIP), Jajuk Rendra Kresna (Nasdem), Hasan Irsyad (Golkar) dan Suwandi (Nasdem).

Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Ghulam, Plt Asisten II Pemkot Batu Siswanto, Kalaksa BPBD Kota Batu Agung Sedayu, Kadinsos Kota Batu Ririk Mashuri, dan Plt Kalaksa BPBD Jatim yang diwakili Sekretaris BPBD Jatim Erwin Indra Widjaja, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gatot Soebroto dan sejumlah pejabat eselon IV BPBD Jatim.

Salah satu hal yang disorot anggota legislatif dalam kunker tersebut adalah kelembagaan BPBD Kota Batu yang masih bertipe B.

Menurut Hikmah Bafaqih, mestinya sudah harus dilakukan penguatan kelembagaan bagi sejumlah daerah yang kategori B untuk dinaikkan menjadi tipe A, termasuk BPBD Kota Batu.

“Potensi bencana di Jatim ini kan sangat tinggi. Kami kira sudah mendesak untuk dilakukan penyesuaian kategori kelembagaan BPBD dari tipe B ke tipe A. Kita akan bantu mengadvokasi kepada komisi A,” ujar politisi asal Malang ini.

Dalam kesempatan tersebut, Hikmah Bafaqih juga mengapresiasi langkah BPBD Jatim yang mulai intens memainstreamingkan upaya pengurangan risiko bencana dengan cara mengedukasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Termasuk upaya BPBD Jatim melakukan edukasi masyarakat dengan menggandeng sejumlah relawan, seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB).

“Yang kita tahu, faktor penyelamatan dari diri sendiri itu sangat dominan saat terjadi bencana. Karena itu, penguatan kapasitas bencana itu hukumnya wajib,” ujarnya.

Selain kelembagaan, Komisi E juga menyoroti keberadaan EWS (Early Warning System) yang ada di Kota Batu. Juga pencegahan kerusakan arboretum Sumber Brantas yang mengalami penurunan debit air.

“Saya itu juga menjadi perhatian. Sebab, di Kota Batu ini banyak lahan yang sudah beralih fungsi,” ujar Hikmah.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya memang intens melakukan upaya edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Selain melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana), BPBD Jatim juga memiliki Tenda Pendidikan Bencana (Tempina) sebagai wadah edukasi bencana bagi anak-anak usia dini.

“Tahun ini kita juga akan luncurkan satu layanan lagi berupa Mosipena, yaitu, Mobil Edukasi Penanganan Bencana,” imbuhnya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − four =