MALANG- Sebagai upaya revegetasi dan pencegahan bencana banjir dan longsor akibat kebakaran hutan tahun 2019 lalu, hari ini, Rabu (16/12/2020), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar kegiatan aeroseeding (penaburan benih tanaman melalui udara) dengan Pesawat Casa C-212 200 di wilayah Gunung Arjuna, Gunung Kawi dan Gunung Budug Asu, Malang.

Penebaran benih yang dilakukan melalui Skadron Udara 4, Bandar Udara Abdurrahman Saleh, Malang ini merupakan hasil sinergitas BPBD Jatim, Lanud Abdurrahman Saleh, Perhutani Divre Jatim dan Dinas Kehutanan Jatim.

Benih yang disebar dalam kegiatan aeroseeding kali ini sebanyak 3,5 ton, terdiri dari 21 jenis benih, yakni; Sengon (Buto/tekik), Asem, Wadang, Trengguli, Suren, Trembesi, Klerek, Saga, Indigofera, Jati, Mahoni, Sepathodea, Akasia, Sirsak, Maton, Jambu, Kelengkeng, Nangka, Vertiver, Lamtoro, dan Maesopsis.

Turut mendampingi Gubernur Jatim, Danlanud Abd. Saleh, Marsekal Pertama TNI Wayan Superman, Dan Wing 2 Lanud Abd. Saleh, Kol. Pnb. Reza Ranesa RS, Dan Skadron Udara 4, Letkol Pnb. Muhammad Arif, Kadivre Perhutani Jatim Oman Suherman, dan Plt Kadis Kehutanan Jatim, Hadi Sulistiyono.

Hadir juga mewakili BPBD Jatim, Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Andhika N Sudigda, Kasi Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nurseno, dan Tenaga Ahli Kebencanaan Pemprov Jatim, Suban Wahyudiono.

Gubernur Jatim Khofifah usai melakukan penebaran benih menyampaikan, kegiatan aeroseeding ini merupakan hasil sinergitas yang baik antara BPBD Jatim, Danlanud Abd. Saleh, Perhutani Divre Jatim dan Dinas Kehutanan Jatim.

Poin penting dari sinergitas ini adalah kita bisa melakukan aeroseeding di saat musim penghujan seperti ini sehingga revegetasi bisa kita lakukan.

“Bayangkan jika satu biji pohon asem itu bisa tumbuh dan berakar kuat. Padahal jumlah yang kita sebar ribuan. Tentu akan mampu mencegah terjadinya bencana longsor,” ujarnya.

Padahal, menurutnya, setiap bencana yang terjadi selalu memberikan kontribusi terhadap angka kemiskinan baru.

“Ini artinya, kita telah turut serta mencegah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Inilah hidup. Urip iku urup. Hidup ini harus bisa menghidupi,” pesannya.

Gubernur juga berharap, kegiatan aeroseeding yang sangat bermanfaat untuk revegetasi lahan gundul ini bisa dilaksanakan kembali pada Bulan Januari atau Februari 2021 mendatang.

“Kegiatan ini memang membutuhkan waktu karena selain benihnya yang tidak mudah dicari, juga harus ada perencanaan yang matang terhadap kecocokan lahan dan bibit. Penyebarannya juga butuh presisi yang tinggi,” ujarnya.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gatot Soebroto mewakili Plt Kalaksa BPBD Jatim melaporkan, 3,5 ton benih yang disebarkan kali ini merupakan hasil partisipasi dari berbagai unsur pentahelix, baik dari kalangan dunia usaha, pemerintah, masyarakat, akademisi, dan juga media.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak. Semoga sinergitas ini bisa terus terjalin dan memberi manfaat bagi masyarakat,” harapnya. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 11 =