SURABAYA- Peringatan dini adanya anomali iklim La Nina yang disampaikan BMKG beberapa waktu lalu, kini mulai diantisipasi Pemprov Jatim. Salah satunya seperti yang dilakukan BPBD Jatim, akhir pekan lalu.

Selama dua hari, Sabtu dan Minggu (24-25/10/2020), BPBD Jatim mengumpulkan para relawan Penanggulangan Bencana (PB) guna melakukan antisipasi terhadap bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi akibat anomali iklim La Nina.

Kegiatan tersebut dikemas dalam Rakor Pencegahan dan Kesiapsiagaan yang diselenggarakan di Hotel Singgasana, Surabaya. Acara bertajuk Sinergitas dan Gotong Royong dalam Penanggulangan Bencana ini menghadirkan para relawan dari unsur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) se-Jatim.

Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi dalam sambutan yang diwakili Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan Gatot Soebroto menyampaikan, rakor kali ini memang bermaksud mensinergikan segala potensi yang dimiliki para relawan dan BPBD guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya volume curah hujan yang berakibat pada terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Penanggulangan bencana itu tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja. Tapi perlu keterlibatan masyarakat, relawan, akademisi dan media selaku unsur pentahelix,” ujarnya.

Untuk itu, Gatot meminta agar para relawan melakukan upaya mitigasi secara detail terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Ia juga berharap semua relawan bisa saling sinergi dan saling mengisi dalam segala bentuk kegiatan penanggulangan bencana.

“Hanya yang perlu jadi perhatian, saat ini kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Untuk itu, segala upaya mitigasi dan kegiatan penanggulangan bencana harus mempertimbangkan protokol kesehatan Covid-19,” sergahnya.

Dalam kegiatan rakor tersebut, hadir sebagai pemateri, Pengamat Metrologi & Geofisika BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim dan Tenaga Ahli BPBD Jatim, Suban Wahyudiono. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − eight =