Dideportasi Malaysia, WNI asal Jatim Disambut Pemprov, Dibekali Bantuan Sembako, Sandangan dan Uang

SURABAYA- Keputusan Otoritas Malaysia mendeportasi 500 Warga Negara Indonesia (WNI) hari ini, Sabtu (10/10/2020) langsung direspon cepat Pemprov Jatim dengan melakukan penyambutan di Bandara Juanda, Sidoarjo.

Khusus yang melalui Bandara Juanda, WNI yang dideportasi sebanyak 150 orang. Sedang sisanya, melalui Bandara Kualanamu Medan sebanyak 200 orang dan Bandara Soekarno Hatta sejumlah 150 orang.

Di Juanda, penyambutan dilakukan oleh tim Pemprov Jatim yang meliputi BPBD Jatim, Disnaker dan Dishub Jatim. Tim penjemputan dipimpin langsung oleh Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi.

Dalam proses penyambutan, setiap WNI yang dipulangkan dilakukan pendataan administrasi kependudukan. Dari 150 WNI yang dideportasi, tercatat 85 di antaranya berasal dari Jawa Timur, sedang 65 sisanya berasal dari luar Jatim.

Bagi 85 WNI asal Jatim, masing-masing diberi bantuan berupa paket sembako, paket sandangan (pakaian) dan bantuan uang senilai Rp 500 ribu. Sedang yang dari luar Jatim diberi bantuan paket sembako dan paket sandangan saja.

“Bapak ibu sekalian, selamat datang di Jawa Timur. Kami dari Pemprov Jatim diutus Ibu Gubernur untuk melakukan penyambutan dan memfasilitasi kepulangan bapak ibu sekalian. Ini ada sedikit bantuan dari Ibu Gubernur. Salam untuk keluarga di rumah,” ujar Yanuar saat menyambut WNI deportasi yang langsung disambut aplaus WNI yang baru datang.

Yanuar lalu menyampaikan, bagi WNI yang asal Jatim, Pemprov akan memfasilitasi kepulangan dengan angkutan gratis hingga di daerah masing-masing. Sedangkan bagi warga yang berasal dari luar Jatim bisa transit di BPSDM Jatim.

Untuk WNI deportasi asal Jatim, di antaranya berasal dari Gresik, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

“Kami mohon ketertibannya. Semoga semuanya selamat sampai tujuan,” pesan Yanuar, Plt Kalaksa BPBD Jatim yang juga Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim ini.

Apakah kepada para WNI itu juga diberlakukan rapid tes? Menurut Yanuar, kebijakan itu tidak dilakukan mengingat semua WNI yang dipulangkan telah diwajibkan swab tes di Malaysia sebelum diterbangkan ke tiga bandara di tanah air.

“Jadi disini kita memfasilitasi bantuan sembako, paket sandangan dan bantuan uang saja,” terang Yanuar yang didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Andhika N Sudigda dan Tenaga Ahli BPBD Jatim Suban Wahyudiono. (*)



Leave a Reply