Giliran 15 RS Rujukan Covid-19 di Lima Daerah Terima Bantuan Ventilator dari Gubernur Jatim

SIDOARJO- Upaya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaksimalkan penanganan Covid-19 melalui penyerahan bantuan ventilator dan masker terus berlanjut. Kali ini giliran 15 rumah sakit di lima daerah yang mendapat bantuan ventilator.

Dari 15 RS Rujukan Covid-19 itu jumlah ventilator yang diserahkan sebanyak 26 unit. Rinciannya, 15 unit untuk 10 RS di Sidoarjo, 8 ventilator untuk 3 RS di Kabupaten dan Kota Pasuruan, serta 3 unit untuk 2 RS di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Ventilator yang merupakan bantuan USAID melalui Kementerian Kesehatan RI itu diserahkan Gubernur Khofifah di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Rabu (16/9/2020).

Total ada 210 ventilator dari Kementerian Kesehatan yang akan diserahkan secara bertahap ke RS Rujukan Covid-19 di kab/kota se-Jatim. Sebelumnya, Senin (14/9) enam ventilator diserahkan di Bakorwil Pamekasan dan kemarin 44 unit diserahkan kepada 15 RS rujukan di wilayah Surabaya di Gedung Negara Grahadi.

Selain ventilator, gubernur juga menyerahkan bantuan 12.000 pcs masker kepada relawan Tagana, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH dan pendamping desa yang tersebar di lima daerah yang sama.

Penyerahan bantuan tersebut bersamaan dengan penyerahan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) kepada perwakilan Keluarga penerima manfaat (KPM) asal Sidoarjo.

Usai menyerahkan bantuan, Gubernur Khofifah meminta kepada semua masyarakat untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan selalu menggunakan masker untuk melindungi diri dari penularan Covid-19.

Untuk masing-masing relawan, Khofifah meminta hendaknya mereka juga menyampaikan hal itu kepada warga binaannya, salah satunya saat menyerahkan bantuan masker ke keluarga sasaran.

“Kalau Pendamping PKH dan TKSK ke KPM (Keluarga penerima manfaat) BPNT-nya. Kalau Pendamping desa ke penerima BLT-nya. Kalau Tagana umum. Karena (pandemi Covid-19) itu bencana non alam,” terangnya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga menyampaikan jika saat ini sudah mulai diterapkan fungsi penegakan hukum. Di beberapa daerah mulai Selasa (15/9) telah dilangsungkan Operasi Yustisi bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Sikap tegas ini penting sebagai upaya agar aturan protokol kesehatan benar-benar dijalankan,” terangnya.

Hadir dalam acara tersebut, Plh Bupati Sidoarjo Achmad Zaini, Forkopimda Kab. Sidoarjo, Kabiro Umum Setdaprov Jatim yang juga Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi, Kadinsos Jatim Dr Alwi yang juga Plt Kepala Bakorwil Pamekasan, Kepala DPMD Jatim Moh. Yasin, direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi, Direktur RSUD Saiful Anwar dan sejumlah direktur RS Rujukan Covid-19. (*)

Leave a Reply