Destana Prodo Pasuruan Unggulkan Kekompakan Pemdes dan Semua Unsur Relawan

PASURUAN- Penilaian Lapangan Lomba Destana berlanjut. Kamis (10/9/2020), lokasi penilaian bergeser ke Desa Prodo Kec. Winongan Kabupaten Pasuruan.

Di desa itu, Tim Penilai disambut kelompok hadrah pemuda setempat dan kalungan rangkaian bunga kepada Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto, selaku Ketua rombongan.

Turut menyambut kedatangan tim penilai, Kades Prodo Lukman Hakim, Ketua FPRB Prodo Abdus Suud, Camat Winongan Basmi, Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan Hoezaini, Kapolsek Winongan AKP Tohari dan Danramil Winongan, Joko Wahono.

Kades Prodo dalam sambutan selamat datang, menyampaikan sekilas tentang profil desanya yang terdiri dari 7 dusun, 7 RW dan 17 RT.

Terkait potensi bencana, ia memaparkan bahwa wilayah desanya merupakan wilayah langganan banjir. Wilayah yang selalu terdampak banjir berada di 3 dusun, yakni, Dusun Jetis, Dusun Bedilan dan Dusun Ledok. Warga yang terdampak banjir di tiga dusun itu mencapai 347 jiwa.

Tiga dusun itu menjadi langganan banjir di saat musim penghujan akibat luapan Sungai Rejoso dan Sungai Curah. “Untuk mengatasi banjir langganan itu kita sudah melakukan tiga langkah, yakni, saat pra bencana, saat terjadinya bencana dan pasca bencana,” terangnya.

Di hadapan tim penilai ia lalu merinci tiga langkah yang dilakukan pemerintahan desanya, termasuk upayanya melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan tanaman pangan di lahan eks lokasi banjir yang telah mengeras.

“Alhamdulillah, giat pasca banjir dengan memanfaatkan lahan bekas banjir itu sudah pernah panen yang hasilnya bisa dimanfaatkan warga,” terangnya.

“Kita sekarang juga sudah punya FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana). Mereka ini yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat jika akan terjadi banjir,” tambahnya.

Camat Winongan, Basmi, dalam sambutannya juga mengapresiasi Desa Prodo yang dinilai punya sejumlah keunggulan. Di antaranya, kekompakan antarsemua unsur di lingkungan Pemerintahan Desa dan kelompok masyarakat.

“Ini sangat penting. Karena kalau sudah kompak, semua program dan kegiatan bisa mudah terlaksana. Pemdesnya jalan, PKK-nya semangat, FPRB-nya jalan, dan unsur masyarakatnya juga aktif,” katanya.

Selain itu, Desa Prodo menurutnya, juga punya potensi pertanian yang bagus, yang mampu menghasilkan panen tiga kali setahun. “Hanya, akibat bencana banjir terkadang membuat sebagian wilayah tidak bisa panen tiga kali,” paparnya.

Ketua FPRB Desa Prodo Abdus Suud menambahkan, bahwa salah satu faktor yang membuat kompaknya semua unsur di masyarakat Prodo karena peran Kades yang dinilai sangat luar biasa.

“Di saat banjir jam berapa pun, beliau ini selalu ada. Perhatian inilah yang membuat masyarakat terpacu untuk terlibat aktif dalam pengurangan risiko banjir di desa kami,” ujarnya mengapresiasi.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto berharap Prodo bisa tampil sebagai juara lomba Destana saat pengumuman nanti.

“Namun yang menentukan Prodo ini bisa hadir di Grahadi sebagai pemenang bukan saya. Tapi inovasi njenengan semua dan hasil penilaian tim,” ujarnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati juga menyampaikan harapan yang senada. Ia pun berpesan agar progres bagus yang dicapai Prodo saat ini tidak semata hanya untuk kepentingan lomba.

“Saya harap Desa Prodo benar-benar menjadi desa tangguh yang bisa menyelesaikan persoalan banjir yang selalu jadi langganan disini,” harap mantan Camat Winongan ini.

Sementara, tim penilai Destana yang terdiri dari berbagai unsur juga melihat adanya progres yang baik dari upaya Desa Prodo dalam menangani bencana banjir.

Di penghujung acara, setelah semua tim penilai memaparkan progres dan masukannya, BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan masker kepada Kades Prodo, Lukman Hakim, untuk didistribusikan kepada warganya.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, kami berharap masyarakat terus diingatkan untuk menerapkan 3 M, yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Ini penting karena vaksin Covid-19 hingga kini belum ditemukan. Jadi jangan meremehkan Covid-19,” harap Dadang Iqwandy, Kasie Kesiapsiagaan BPBD Jatim.

Selain di Pasuruan, pada waktu yang sama, penilaian lomba Destana juga dilangsungkan di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Klotok Kec Plumpang. Sebelumnya, penilaian Destana juga dilangsungkan di Desa Bogo Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro. (*)

Leave a Reply