Di Bondowoso, Tim Penilaian Destana Disambut Simulasi Dampak Bencana Kekeringan

BONDOWOSO- Setelah diawali di Desa Tlogosari Situbondo, hari kedua penilaian Lapangan Lomba Destana bergeser ke Desa Banyuputih Kec. Wringin Kab. Bondowoso.

Di desa tangguh bencana kategori Madya ini, tim penilai disambut dengan teatrikal simulasi rebutan air bersih antar-warga di saat masa kekeringan dulu. Kesulitan air bersih kala itu sempat memicu terjadinya pertengkaran warga.

Air bersih yang didatangkan dari BPBD Kabupaten Bondowoso tidak mampu mencukupi kebutuhan penduduk yang berjumlah 3.305 jiwa.

“Apa yang disimulasikan para relawan itu memang fakta adanya. Dulu desa kami ini langganan kekeringan. Tapi tahun 2020 ini kami sudah punya 16 sumur bor. Alhamdulillah, sekarang kami tidak kekurangan air lagi” kata Kades Banyuputih Rukti saat menyampaikan sambutan selamat datang, Selasa (8/9/2020)

Camat Wringin, Suhaji yang turut menyambut tim penilai juga membenarkan kondisi tersebut. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Rukti, kades perempuan yang dinilai sangat tangguh dalam mengurangi risiko bencana di wilayah Banyuputih.

“Banyuputih ini merupakan satu dari 13 desa di Kecamatan Wringin yang dulu punya potensi bencana kekeringan. Namun ancaman bencana itu kini sudah teratasi setelah adanya relawan destana yang bersepakat membuat sumur bor,” ujarnya.

Selain tangguh dalam mengatasi kekeringan, menurut Suhaji, Desa Banyuputih hingga saat ini juga termasuk desa yang zero positif Covid-19.

“Semoga dengan dipilihnya Banyuputih dalam penilaian lomba Destana ini bisa memotivasi desa-desa lain untuk menjadi desa tangguh,” harapnya.

Selain Kades dan camat, turut dalam penyambutan tim penilai, Kalaksa BPBD Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triyatmoko, serta Danramil dan Kapolsek setempat.

Setali tiga uang, Kalaksa BPBD Bondowoso juga mengapresiasi Banyuputih sebagai satu dari 46 desa berpotensi kekeringan yang bisa mengatasi masalahnya secara mandiri.

“Simulasi yang diperagakan para relawan itu memang gambaran asli yang pernah terjadi di Banyuputih ini,” terangnya.

Sementara, tim penilai Destana yang terdiri dari berbagai unsur juga melihat adanya progres yang baik dari upaya Desa Banyuputih dalam mengurangi risiko bencana.

Khusus terkait Covid-19, meski saat ini kondisi Banyuputih masih kategori hijau alias  zero positif, Koordinator Tim Penilai Destana, Dadang Iqwandy, tetap meminta agar masyarakat tidak lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sebagai bentuk perhatian, Dadang mewakili BPBD Jatim pun menyerahkan bantuan masker kepada Kades Rukti untuk didistribusikan kepada warganya.

“Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir, dan kita semua terhindar dari Covid-19,” harapnya.

Selain di Bondowoso, penilaian lomba Destana, pada Selasa (8/9), juga berlangsung di Kabupaten Lamongan. Tahun ini kabupaten ini mengikutkan dua desa dengan kategori berbeda. Yakni, Desa Putatbangah Kec. Karangbinangun untuk kategori Pratama dan Desa Tracal Kec. Karanggeneng untuk kategori Madya.(*)

Leave a Reply