Bagikan

SIDOARJO- Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan BPBD Prov. Jatim menyongsong datangnya musim kemarau saat ini.

Salah satunya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Bencana Karhutla yang digelar di Hotel Aston, Sidoarjo, Jumat (14/8/2020).

Selain menghadirkan BPBD kabupaten/kota, beberapa instansi terkait dan sejumlah komunitas relawan juga dihadirkan guna memperkuat sinergitas penanganan pencegahan karhutla.

Di antaranya, Dinas Kehutanan Prov. Jatim, Perhutani Divre Jatim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup, Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Baluran, BBTN Bromo Tengger Semeru, Balai Tahura R. Soerjo, Masyarakat Peduli Api,  dan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB).

Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono dalam sambutannya mengungkapkan, Rakor pencegahan karhutla kali ini sejatinya menindaklanjuti arahan Gubernur Jatim terkait kejadian Karhutla yang mulai muncul di Jawa Timur.

Karenanya, ia ingin dalam rakor tersebut BPBD Kabupaten/kota bersama semua elemen dan instansi terkait bisa menyamakan persepsi untuk selanjutnya meningkatkan koordinasi secara terencana, terpadu dan terintegrasi dalam rangka pencegahan karhutla di Jatim.

Pejabat asal Magetan ini lalu mengungkapkan perbandingan angka kejadian bencana di Jatim tahun 2019 dan tahun ini.

Secara keseluruhan, kejadian bencana di Jatim tahun lalu sebanyak 459 kasus. Mayoritasnya kejadian itu didominasi bencana angin puting beliung, banjir dan kebakaran hutan/lahan.

Sedang untuk tahun 2020, hingga pertengahan Agustus ini kejadian bencana tercatat sebanyak 173 kasus yang didominasi bencana banjir, angin kencang dan karhutla.

Khusus karhutla, pada tahun 2019 kasus kebakaran hutan di Jatim terjadi di tujuh area pegunungan dengan 143 titik api.

“Kami berharap agar jumlah kejadian bencana itu tahun ini bisa diminimalisir dengan cara memaksimalkan upaya pencegahan secara terencana dan terintegrasi antarsemua elemen dengan melibatkan unsur pentahelix,” ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto di akhir laporannya menyampaikan pesan kewaspadaan  Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo terkait Covid-19.

“Pesan beliau agar kita mensosialisasikan  3M sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19. Yakni, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Menjaga jarak,” ujarnya.

Sementara, dalam rakor tersebut juga dilangsungkan penyampaian materi tentang upaya pencegahan karhutla dari tiga instansi terkait, yakni, Dinas Kehutanan Jatim (Toat Tridjono, Kabid Konservasi Sumber daya Hutan & Ekosistem), Perhutani Divre Jatim (Miswanto) dan BMKG (Teguh Tri Susanto, Kasie Data & informasi).

Selain itu, di akhir acara juga dilangsungkan penyerahan bantuan masker sebanyak 8000 pcs kepada relawan Masyarakat Peduli Api, dan sejumlah relawan lain yang hadir untuk didistribusikan kepada anggota mereka di daerah masing-masing. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 20 =