Gubernur Khofifah Serukan Jaga Ketat Protokol Kesehatan Covid-19 Saat Idul Adha

Bagi warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap covid-19 diimbau untuk tidak mengikuti sholat Idul Adha di masjid atau lapangan.”

SURABAYA- Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, pada Jumat (31/7/2020), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak umat Islam yang menggelar shalat Id di masjid  maupun lapangan terbuka agar menjaga ketat protokol kesehatan Covid-19.

Ajakan tersebut sebagaimana aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim Nomor 451/10475/012.1/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Idul Adha 1441 H/2020 M pada situasi Pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut, ada empat kegiatan yang diatur pelaksanannya, yakni, kegiatan takbiran, penyelenggaraan Sholat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban, dan pendistribusian daging kurban.

“SE ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama No.18 Tahun 2020 dan Fatwa MUI No.36 Tahun 2020,” ujar Gubernur Khofifah  di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (28/7/2020).

Khofifah menegaskan, meski shalat Idul Adha diperbolehkan, namun dalam pelaksanaannya ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi. “Sebab Jawa Timur saat ini belum sepenuhnya bebas dari Covid-19,” sergahnya.

Khofifah menerangkan, pelaksanaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

“Bagi warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap covid-19 diimbau untuk tidak mengikuti sholat Idul Adha di masjid atau lapangan” tuturnya.

Terkait kegiatan takbiran, Khofifah juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling. Takbiran dapat dilaksanakan di masjid, mushola dan rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara, penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mencegah penularan virus. Di antaranya panitia menjaga jarak saat pelaksanaan penyembelihan, panitia wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan dan menjaga kebersihan saat dan setelah penyembelihan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan alat kerja.

“Hewan kurban juga harus dipastikan sehat terlebih dahulu dan telah sesuai dengan aturan yang berlaku agar memperoleh daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH),” ujarnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini pun berharap, Idul Adha yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 tahun ini mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh umat muslim, juga meningkatkan rasa keikhlasan dan solidaritas antar sesama.

“Idul Adha tahun ini sangat spesial karena dilaksanakan di tengah musibah wabah Covid-19. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan keikhlasan serta  mampu meningkatkan kualitas taqwa kita dalam beriman dan berislam,” harapnya. (*)

Leave a Reply