Bagikan

SURABAYA- Kepedulian masyarakat terhadap penanganan Covid-19 di Jatim terus mengalir. Tidak hanya dari dalam negeri, dari luar negeri pun bantuan juga turut mengalir.

Konsul Kehormatan Negara-negara Sahabat misalnya. Selasa (5/5/2020), Korps Konsul Kehormatan 11 negara sahabat unjuk kepedulian dengan menyumbang 5900 APD, 2000 liter minyak goreng dan 1000 pcs masker kain ke Pemprov Jatim.

Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis kepada Kalaksa BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, dengan disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.

“Ini yang saya sebut, gotong royong untuk penanggulangan Covid-19 ini sudah berskala global. Kami sampaikan terima kasih untuk gotong royong berskala global ini,” ujar Gubernur Khofifah mengapresiasi.

Sebelumnya, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPID) juga telah menunjukkan aksi serupa. Pelajar yang kini berada di berbagai negara itu menyumbangkan bantuan berupa APD,  150 pcs baju hazmat suit dan masker 15 box.

Pramesti Ardita Cahyani, anggota PPID usai menyerahkan bantuan di Gedung Negara Grahadi mengungkapkan, bantuan ini merupakan aksi kepedulian teman-temannya yang berada di berbagai negara.

“Kita semua terpanggil karena pandemi Covid-19 ini telah berdampak pada semua sektor. Tapi kita ingin, tenaga medis yang ada di garda depan harus kuat. Makanya, yang kita prioritaskan bantuan APD,” ujar mahasiswa yang pernah belajar di Central China Normal University (CCNU) Wuhan, China ini.

Selain Korps Konsul Kehormatan Negara sahabat dan PPID, sejumlah kalangan juga telah menyerahkan bantuan. Di antaranya dari, Solidaritas Yayasan Intim Bhakti Nugraha, Korps BUMN dan PT Haida Group.

Adapun mayoritas bentuk bantuannya berupa, APD mulai Hazmat, sarung tangan latex, masker N95, masker kain, surgical mask hingga alat rapid test.

Kecuali PT Haida Group. Perusahaan ini menyumbangkan 1 ton lele hidup kepada Pemprov Jatim.

Gubernur Khofifah pun menyambut baik pemberian bantuan itu. Dia mengatakan, pemberian ikan lele itu bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang sedang melakukan observasi atau pemulihan perawatan.

“Terima kasih kepada PT Haida atas bantuan ikan lele hidup ini. Saya langsung kepikiran, tidak perlu dimasak melainkan bisa dimanfaatkan untuk terapi atau pemulihan dampak psikososial. Nantinya ikan lele ini bisa dimasukkan ke kolam BPSDM dan mereka yang sedang diobservasi bisa memancing untuk mengisi waktu selama disana,” kata Khofifah. (*)

By yusron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =