Bantuan Untuk Masyarakat NTB

Hari ke dua pasca Gempa Bumi besar yang mengguncang Pulau Lombok. Mayarakat Jawa Timur melalui Gubernur ikut andil dalam proses pemulihan di Lombok. Gubernur memberikan bantuan berupa peralatan sekaligus personil ke Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Senin (06/08) tim bergerak untuk merumuskan peralatan yang diperlukan untuk membantu masyarakat NTB yang tertimpa gempa bumi. Tim yang ditunjuk oleh Gubernur dalam rangka melakukan pelayanan misi kemanusian di Pulau Lombok adalah BPBD, Dinsos dan Dinkes.

Tim assesmen berangkat mendahului dalam rangka melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Selanjutnya di susul dengan Tim yang membawa perlengkapan dan bantuan yang dibutuhkan masyarakat. Tercatat sedikitnya 40 unit tenda keluarga beserta peralatan telah disiapkan. Tim medis dari Dinkes juga turut bergabung untuk menangani korban luka dan pengobatan ringan. Tidak hanya tim medis, dapur umum juga akan digeser ke lokasi pengungsian untuk memenuhi kebutuhan permakanan dan logistik para penyintas.

Pos Liaison Officer (LO) yang didirikan oleh Jawa Timur berada di kantor Lombok TV, Jalan Panji Tilar Negara No. 65 Kelurahan Tanjungkarang, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram NTB. Selain itu, untuk Pos BKO ditempatkan pada Lapangan depan Kantor Bupati, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Gubernur Jawa Timur menyampaikan, bantuan yang dikirimkan adalah bentuk empati warga masyarakat Jawa Timur. “Mari Kita berdoa untuk saudara kita yang terkena bencana di NTB agar diberi kesabaran dan kekuatan.”. Himbau Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.

Gempa yang terjadi pada Minggu (05/08) lalu, merupakan gempa terbesar pasca gempa bumi di Aceh tahun 2004 yang lalu. Infografis BNPB menyebutkan sebanyak 236 orang luka dan tercatat sebanyak ribuan rumah rusak akibat gempa bumi ini.

Tidak hanya itu, gempa susulan terjadi sebanyak 230 kali yang terus dirasakan masyarakat. Kewaspadaan masyarakat diuji untuk mengurangi dampak bencana. Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan arahan pemerintah setempat, guna mengurangi dampak risiko bencana dan mengurangi dampak berita tidak benar (hoax).

Leave a Reply