Pelatihan Jitupasna Sektor Sosial dan Ekonomi Produktif (Sub Sektor Psikososial) 2017

Kejadian bencana pasti menyisakan trauma yang melekat pada masyarakat yang mengalami. Tidak hanya kerugian sarana prasarana yang rusak dalam kejadian bencana, kerusakan psikis juga pasti dialami oleh korban bencana. Reaksi individu yang tertimpa bencana bisa bermacam-macam, diantaranya adalah sering marah-marah, mudah tersinggung, gangguan tidur, rasa was-was, dan kecurigaan yang tinggi. Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga harus melakukan penanganan rehabilitasi psikis korban bencana.

Penanganan rehabilitasi psikis masuk dalam Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) Sektor Sosial & Ekomomi Produktif (Sub Sektor Psikososial). Untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas personil BPBD Kab/Kota di Jatim, pada tanggal 07-09 Mei 2017 BPBD Jatim mengadakan pelatihan Jitupasna Psikososial di Hotel Kartika Graha Kota Malang.

Acara yang dihadiri oleh Kepala BPBD Prov. Jatim ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Aparatur BPBD Kab./Kota se- Jatim dalam penanganan Psikososial Pasca Bencana. Dalam sambutannya Drs. Ec. Sudarmawan, MM menyampaikan agar BPBD Kab./Kota dapat mampu meningkatkan kemampuan tersebut sebagai modal dalam memamhami dan mengkoordinasikan kegiatan psikososial demi mengaktifkan kembali elemen-elemen masyarakat agar dapat kembali menjalankan fungsi sosial secara normal.

Dalam banyak kejadian, rehabilitasi fisik relatif lebih kelihatan dan jelas pola penanganannya, walaupun juga tidak mudah karena memerlukan mobilitas dana dan prasarana yang tidak sedikit. Namun berbeda halnya dengan rehabilitasi psikis. Kondisi kekacauan (katastropik) saat terjadi bencana tersebut telah meninggalkan luka psikis yang mendalam dalam bentuk gejala psikologis yang disebut gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder). Gejala-gejalanya, seperti seolah-olah mengalami lagi peristiwa traumatik tersebut (reexpriencing).

Nantinya, rehabilitasi psikososial akan menjadi perhatian mendalam untuk membangun kembali masyarakat yang tertimpa bencana. Dengan adanya kemampuan dan ketrampilan dalam manajemen psikososial ini diharapkan aparatur BPBD dapat terlibat langsung pada psikososial pasca bencana, bahkan menjadi leader dalam penanganan Pasca Bencana. (sat/put)

Leave a Reply