Bencana alam merupakan ancaman bagi banyak sektor. Tidak hanya ekonomi, sektor pendidikan, kesihatan sampai dengan pembangunan juga terancam bilamana bencana itu datang. Upaya dalam mengurangi dampak bencana telah banyak dilakukan. Bukan hanya pemerntah, pihak swasta hingga masyarakat juga berperan aktif dalam kesiapsiagaan bencana.
Peringatan hari Pengurangan Risiko Bencana (PRB) rutin diadakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Konsepnya adalah mensosialisasikan program penanggulangan bencana dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menanggulangi bencana. Kegiatan ini di laksanakan bergilir seluruh di seluruh Indonesia. Tahun lalu kegiatan hari PRB diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah dan untuk tahun 2016, diselenggarakan di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Provinsi, maupun Kota/Kabupaten, diundang untuk hadir berpartisipasi. Selain akan diadakan seremonial penyerahan penghargaan Tangguh 2016, acara yang dipusatkan di Hotel Novotel, Manado ini memamerkan inovasi dan pameran media kampanye penanggulangan bencana serta kegiatan sosial bersih muara sungai dan pantai sepanjang Kota Manado.
Kegiatan Pameran yang digelar di komplek Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara. Sebanyak 79 peserta pameran dari beragam organisasi turut memeriahkan acara ini, seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, organisasi internasional, TNI, dan Polri.
Kemarin Sore (12/10) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey membuka pamerandi kompleks Megamas, Kota Manado. Kepala BNPB dan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara mengunjungi setiap booth dan melanjutkan untuk melihat lebih dekat peralatan dan kendaraan khusus, seperti mobil komunikasi, mobil amphibi, perahu karet hingga rumah sakit lapangan.
Jawa Timur yang merupakan wilayah yang rawan bencana, juga terlibat langsung dalam pekan hari PRB di Manado tahun ini. Peringatan hari PRB diselenggarakan sejak Selasa (11/10) dan puncak acara dilaksanakan pada Kamis (13/10) malam hari. Pada puncak acara tersebut, BNPB memberikan penghargaan dalam rangka mengapresiasi kerja BPBD se Indonesia. Diantara kategori penghargaan yang akan diumumkan adalah Website Terbaik Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Pengelola Data dan Pusdalops Terbaik Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Kegiatan ini merupakan sarana untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan. Bila masyarakat telah paham akan bahaya yang ditimbulkan maka akan muncul kesadaran dan dengan sendirinya meningkatkan kapasitas masing-masing individu atau kelompok untuk menanggulangi bencana. Selebihnya, masyarakat akan berupaya untuk menjadi tangguh dalam menghadapi bencana. Semoga Pekan PRB menjadi titik balik masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur untuk menjadi masyarakat yang Tangap, Tangkas, Tangguh. (UIN)

-SELAMAT HARI PENGURANGAN RISIKO BENCANA INTERNASIONAL, 13 OKTOBER 2016-
” Gerakan PRB untuk Ketangguhan “

By dino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × four =