Gempa Pacitan

Gempa terjadi di wilayah Jawa Timur. Pantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim sebanyak 17 kabupaten merasakan gempa. Kejadian yang terjadi pada Senin (14/06) tepatnya pukul 12.05.02 WIB ini sempat membuat panik warga yang berada di pesisir selatan Jawa Timur.

Pusat gempa berada di 104 km tenggara laut Pacitan. Getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi ini terjadi di laut dengan kekuatan 5,6 SR. “Getaran ini merupakan gempa tektonik,” Kata Dadang Permana, Kepala BMKG Tretes. Adapun penyebab dari kejadian ini adalah adanya pertemuan lempeng tektonik yang berada di laut selatan pulau jawa. Kondisi ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian luasan wilayah yang merasakan getaran hampir diseluruh Jatim.

Laporan yang masuk di ruang kendali komunikasi Pusdalops Jatim, wilayah yang berada di pesisir selatan yaitu, Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Lumajang, dan Pacitan merasakan getaran. “Getarannya kerasa di Blitar selama 2-3 detik,” Ungkap ibu Eli staf BPBD kabupaten Blitar saat dihubungi Pusdalops Jatim. Sampai satu jam setelah kejadian gempa, Pusdalops Jatim masih melakukan penggalian informasi dikarenakan luasnya wilayah yang merasakan.

Tidak hanya wilayah yang berada di pesisir selatan, kabupaten Magetan, Trenggalek, Surabaya, Nganjuk, Kediri, Gresik, Pasuruan, Jombang, Ponorogo hingga Kota Batu juga merasakan. Warga Surabaya yang berada di gedung bertingkat yang mengalami goncangan kuat. Beberapa gedung yang sempat terpantau merasakan gempa diantaranya Plaza BRI, Gedung WTC dan Gedung Diagnoistik RSUD dr. Soetomo. Kepanikan penghuni gedung sempat terjadi beberapa menit setelah gempa. Namun, saat ini telah kembali normal. BMKG hingga kini masih terus memantau apakah akan terjadi gempa susulan setelah ini. Dihimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya guna mengurangi risiko bencana yang dialami.

Leave a Reply