Kejadian Bencana 04 Juli 2014

Banjir besar menerjang Trenggalek, Jawa Timur. Bencana ini merendam sedikitnya empat desa di kecamatan Gandusari pada Rabu (04/07). Sebanyak 8250 jiwa merasakan dampak dari kejadian ini. Tidak hanya itu, sebanyak 1650 rumah dipastikan terendam banjir selama dua hari.

 Intensitas hujan hingga awal Juli 2014 terpantau masih tinggi. Beberapa wilayah Jawa Timur masih dilaporkan terjadi hujan antara sore hingga dini hari. Hal ini yang dialami warga yang berada di Kabupaten Trenggalek. Hujan intensitas tinggi terjadi pada Senin (02/07) malam. Terpantau hujan deras selama dua jam mengakibatkan meluapnya Sungai Tawing di Kecamatan Gandusari.

Air yang meluap menggenangi rumah warga. Banjir ini merupakan banjir musiman. Tahun lalu banjir juga menerjang namun tidak seluas kali ini. Air dengan arus deras mengalir dari hulu hingga hilir. Terpantau ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini sempat melumpuhkan aktivitas warga di desa Ngrayung, Wonorejo, Sukorejo, dan Gandusari.

“TRC BPBD Trenggalek sejak awal kejadian langsung diturunkan.” Kata Achmad Budiarto selaku kepala Seksi Kedaruratan BPBD Trenggalek. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, aparat setempat telah melakukan tindakan darurat. Laporan yang diterima pusdalops BPBD Jawa Timur, terdapat delapan sekolah yang terendam banjir. Namun kegiatan belajar mengajar tidak terganggu karena siswa libur akhir semester. Pasar yang berada di desa Wonorejo juga menjadi sasaran genangan air.

Wilayah yang tergenang banjir merupakan hilir. Bilamana hujan deras mengguyur kawasan Trenggalek bagian selatan yang merupakan wilayah pegunungan, empat desa tersebut akan ternedam. Terpantau cuaca selama dua hari berawan dan sesekali turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. elevasi banjir diperkirakan meningkat terus seiring bertambahnya debit air kiriman dari Sungai Tawing. Tidak hanya bangunan, sebanyak 28 hektar sawah juga tergenang air. Hingga Sabtu (05/06) ketinggian air masih sekitar mata kaki orang dewasa. Dihimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah hilir untuk tetap waspada akan datangnya banjir susulan.

 

Leave a Reply