Bagikan

Tersusunnya pedoman PDNA di Indonesia merupakan kali pertama tersusunnya pedoman PDNA di dunia. Pedoman ini merupakan paduan konsep dan metodologi Damage and Loss Assessment (DaLA) serta Human Recovery Needs Assessment (HRNA) yang dituangkan dalam rumusan konsep, langkah-langkah pelaksanaan, hingga instrument pengumpulan, pengolahan dan analisis data dan kemudian lahirlah pedoman Post-Disaster Needs Assessment (PDNA) Indonesia. Dengan adanya acuan ini, diharapkan proses tanggap darurat dan pemenuhan kebutuhan pasca bencana akan berjalan lancar dan menyuluruh.

Hasil assessment tersebut selanjutnya menjadi dasar penilaian kebutuhan pasca bencana dan penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekosntruksi wilayah pasca bencana. “Didorong oleh kebutuhan akan adanya dokumen legal yang dapat menjadi rujukan utama secara nasional bagi pelaksanaan pengkajian kebutuhan pasca bencana yang komperhensif dan menjadi dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, sesuai dengan Peraturan Kepala BNPB nomor 17 tahun 2010”.

Panduan utama bagi proses anaalisa dan kajian terhadap akibat, dampak dan kebutuhan yang meliputi semua aspek terdampak termasuk aspek kemausaan sesuai dengan prinsip pembangunan lebih baik (build back better) dan pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction). Sebagai negara yang rawan akan bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami, Indonesia diharapkan menjadi salah satu negara di dunia yang dapat memberikan contoh aksi penanggulangan bencana yang efektif.

By dino

2 thoughts on “Indonesia Negara Pertama Miliki Pedoman Post-Disaster Needs Assessment (PDNA)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *